Polres Siagakan 10 Polwan Berhijab

oleh

Mengurai Kemacetan Arus Balik Lebaran

CIANJUR, waktunews.com – Satuan Lalulintas Polres Cianjur tak hentinya memanjakan para pengendara, khususnya para pemudik yang lalu-lalang di Cianjur. Sedikitnya 10 personel Polwan berhijab dipersiapkan sejak H-4 Idul Fitri yang bertugas mengurai kemacetan.

Tugasnya juga tak biasa. Para polwan berkulit mulus dan tak takut kena sengatan matahari itu diberi sepeda, namanya sepeda pengurai kemacetan.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP R Erik Bangun Prakarsa mengatakan, sepuluh polwan tersebut ditugaskan di sejumlah titik, di antaranya titik kemacetan ruas Jalan Cianjur-Cipanas, Cianjur-Sukabumi dan Cianjur-Bandung. Erik menambahkan, kesepuluh polwan tersebut akan menuntaskan tugasnya hingga akhir libur lebaran. Beberapa pemudik yang beruntung bisa menemui para polwan tersebut bertugas di beberapa Pos Polisi yang tersebar di Cianjur.

“Mereka memiliki peranan penting dalam mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalur rawan macet. Mereka srikandi primadona Satlantas Polres Cianjur. Kita pilih personel terbaik. Bukan hanya fisik, namun harus punya manajemen mental dan mampu menguasai lapangan. Kenapa? Karena mereka berhadapan langsung dengan pengendara dengan karakter yang berbeda-beda,” papar Erik

Erik juga mengimbau agar anggotanya yang bertugas di lapangan agar bersikap tegas, namun tetap stabil, sesuai dengan koridor saat menghadapi para pengendara yang bandel. Pasalnya, seringkali petugas di lapangan harus memiliki kesabaran ekstra saat menertibkan pengendara yang bandel.

“Kita berharap, para pengendara, khususnya para pemudik mematuhi imbauan dan saran dari petugas kepolisian lapangan. Kita juga tetap sesuai koridor, pasti tidak sembarangan mengambil tindakan,” ungkapnya

Sementara itu, salah seorang personel polwan bersepeda, Bripda Tanza Lona Trista mengatakan, ia bergerak setelah ada intruksi dari operator Traffic Management Center (TMC) melalui radio Handy Talkie. Operator akan memberitahukan berdasarkan hasil pemantauan kamera pengawas yang sudah disebar di beberapa titik rawan kemacetan. Ketika mulai muncul potensi kemacetan, ia baru akan bergerak.

“Waktu paling padat kendaraan saat di pagi, siang dan menjelang sore. Saat itu akan ada antrean kendaraan. Saat bertugas, kita mencari penyebab macetnya. Kemacetan sering terjadi akibat pengendara yang kurang tertib, contoh, kalau ada yang parkir di bahu jalan sampai mepet ke tengah. Ada juga kendaraan umum yang berhenti sembarangan,” ujarnya. ●Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco