Diskimrumtan Pantau Program Pembangunan SLBM

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Kimrumtan) Kabupaten Cianjur melalui Bidang Air Bersih dan Sanitasi, melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap 11 titik pembangunan sarana dan prasarana air limbah komunal dari Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM). Program tersebut diluncurkan Kementrian Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya.

Tujuan dilakukannya program tersebut, merupakan salah satu upaya pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pencapaian target menurunkan sebesar 50% dari jumlah penduduk yang belum memiliki akses pada air minum dan sanitasi dasar.

Kepala Seksi (Kasi) Sanitasi Vera Kaniawati Suaidah, memaparkan Kabupaten Cianjur mendapatkan 11 titik bantuan pembangunan sarana dan prasarana air limbah dengan setiap titik dibiayani dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 380 juta rupiah pada setiap titiknya.

“Pelaksana kerja dari SLBM ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ada pada setia titik tersebut,” ungkap Vera.

Untuk lokasinya, lanjut dia, terdiri dari Kelurahan Sayang, Kelurahan Muka, Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur, Desa Mekarwangi Kecamatan Haurwangi, Desa Girijaya Kecamatan Pasirkuda, Desa Padasuka Kecamatan Cibinong, Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang, Desa Maleber Kecamatan Karangtengah, Desa Peuteuycondong Kecamatan Cilaku, Desa Bobojong Kecamatan Mande dan yang terakhir adalah Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran.

Sementara Lurah Muka, Kecamatan Cianjur, Sofyan Sauri, bersyukur kelurahan yang dipimpinnya mendapatkan bantuan SLBM dari Kementrian PUPR. Menurutnya, khusus di RW 22 memang sangat diperlukan adanya sarana dan prasarana air limbah. Daerah tersebut termasuk dalam kawasan kumuh perkotaan dengan kerapatan dari satu rumah dengan yang lainnya berdekatan sekali.

“Yang lebih jelas lagi, masayarakat disana sangat membutuhkan adanya tempat pembuangan kotoran manusia,” tukasnya.

Ketua KSM Kelurahan Muka, Samsudin menerangkan kegiatan pengerjaan sarana dan prasarana air limbah ditempat tinggalnya menggunakan jasa masyarakat sekitar sebanyak 17 orang. Terdiri dari 15 pekerja utama dan dua orang khusus didatangkan sebagai pemecah batu.

Samsudin menegaskan waktu pengerjaan dipastikan akan lebih lama dari lokasi penerima bantuan SLBM lainnya. Hal itu dikarena kondisi lokasi pekerjaan yang dipenuhi oleh batu-batu besar yang memerlukan tenaga dan waktu ekstra dalam membereskannya dari yang seharusnya selesai 2 minggu menjadi 3 minggu.

“Kalau lokasi di kelurahan atau di desa lain, cuma tanah saja saat proses penggalian. Tapi di Kelurahan Muka, kami malah menemui galian yang dipenuhi batu-batu besar. Ini yang memperlambat kerja kami,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco