Masyarakat Muka Resah Hutan Kota Dijadikan Tempat Maksiat

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Hutan kota yang letaknya dipersimpangan jalur utama arah Jakarta – Bandung wilayah Kelurahan Muka sering dikeluhkan warga masyarakat sekitar. Karena saat malam hari tiba, lokasi tersebut dijadikan ajang tempat maksiat, transaksi prostitusi, minuman keras dan narkoba. Tidak juga ketinggalan, keadaan yang gelap hampir tanpa penerangan itu sering terjadi tindakan kejahatan yang membahayakan sekelamatan jiwa harta dan jiwa masyarakat.

Tokoh pemuda Kelurahan Muka, Arif Kartar memaparkan, kondisi hutan kota akhir – akhir ini bisa dibilang kurang tertata dan hanya dijadikan sebagai ajang nongkrong saja. Bahkan mungkin bisa menjurus pada maksiat baik itu tempat mabuk atau pun pacaran.

“Yang di khawatirkan saat ini banyaknya anak sekolahan yg lebih gemar nongkrong daripada belajar,” ujar Arif menyesalkan.

Menurutnya, meskipun lokasi hutan kota saling berhadapan dengan Pos Polisi, tapi karena rindang dengan pepohonan sangat menyulitkan siapapun untuk mengetahui kejadian di dalamnya. Apalagi saat malam hari tiba, lampu penerangan yang tidak ada, menjadikan lokasi itu tempat strategis bagi kegiatan maksiat dan aksi – aksi yang meresahkan masyarakat lainnya.

“Kalau bisa, didalam hutan kota dijadikan tempat bermain anak yang edukatif dan tempat kuliner jajanan tradisional. Daripada dibiarkan, tempat tersebut sangat mudah jika orang yang berniat maksiat,” ucapnya.

Hal pertama yang mesti dilakukan lanjutnya, adalah mentertibkan keamanan terlebih dahulu untuk menetralisir taman tersebut dengan mengerahkan elemen keamana baik Polisi, Satpol PP  dan menggandeng unsur tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Kelurahan Muka untuk menjaga taman tersebut. Kedua menggandeng elemen pemerintah setempat, baik kelurahan, ataupun dinas terkait lainnya untuk mewujudkan hutan kota tersebut menjadi taman bermain anak yang edukatif dan jajanan kuliner tradisional.

“Dan tentu saja, 70% pedagang jajanan kuliner tradisional itu harus mengakomodir masyarakat dari Kelurahan Muka itu sendiri, agar tercipta taman yang ramah sosial dan multi fungsi” katanya.

 Kepala Kelurahan Muka, Sofyan Sauri pun mengakui seringnya pihak kelurahan menerima keluhan dari warga masyarakat yang resah dengan kondisi tersebut. Bahkan dirinya sempat juga menemukan bukti – bukti berupa berserakannya kondom dan bungkus obat penguat kejantanan pria dilokasi.

“Kalau botol – botol bekas minuman keras kayaknya sudah jadi pemandangan biasa lagi disana,” ungkapnya.

Sofyan mengaku, kerawanan area hutan kota sudah dilaporkan kepada Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman saat kegiatan Jum’at bersih. Bukan cuma melaporkan, Sofyan Sauri juga memperlihatkan bukti – bukti yang ada baik sebelum ataupun saat Jumsih itu dilakukan.

Sofyan pun mengapresiasi keinginan dari pihak tokoh pemuda Kelurahan Muka agar hutan kota itu dijadikan area wisata bermain keluarga serta sentra jajanan kuliner tradisional. Apalagi, warga masayarakatnya juga banyak sekali yang memproduksi aneka panganan tradisional khas sunda.

Saat ini tambahnya, baik pihak kelurahan maupun warga masyarakat tinggal menunggu keputusan Pak Wabup untuk ditindak lanjuti oleh Pak Kadis Perdagangan serta Pak Kadis Pertaman. ”Insya Allah hasilnya akan positif. Karena kehendak masyarakat itu demi tercapainya 7 Program Keagamaan dan 7 Program Kebudayaan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri,” pungkasnya. ●Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco