Kimrumtan Pastikan DAK SLBM Sesuai Dengan Juklak/Juknis

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari Desa Limbangansari membantah tidak dipasangnya plang pengumuman kegiatan pembangunan sentral air limbah massal yang terletak di Kampung Tipar RT 002 RW 006.

Sentral air limbah masal itu sendiri dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM). Desa Limbangansari adalah salah satu dari 10 penerima lain di Kabupaten Cianjur.

Persoalan ini sendiri mencuat karena adanya informasi yang menyatakan bahwa KSM Lestari di Desa Limbangansari tidak melakukan pemasangan plang pengumuman mengenai kegiatan pembangunan sentra pembuangan air limbah massal.

Ketua KSM Lestari, Endang menyatakan bahwa plang pengumuman sudah terpasang sejak awal pengerjaan kegiatan. Hanya saja, karena adanya keterbatasan lahan, plang akhirnya Cuma ditempel di dinding bangunan yang dekat sekali dengan lokasi pekerjaan.

“Sebenarnya sejak hari pertama juga plang SLBM sudah dipasang,” katanya.

Sementara itu menurut Kepala Seksi (Kasi) Sanitasi pada Bidang Air Bersih dan Sanitasi Dinas Penataan Pemukiman, Perumahan dan Pertanahan (Kimrumtan) Kabupaten Cianjur Vera memaparkan, pemasangan plang plang kegiatan DAK SLBM adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap KSM penerima bantuan.

“Ya harus. Itu sesuai juklak juknisnya,” ungkap Vera

Dalam pemantauannya, Vera mengklaim bahwa semua lokasi penerima bantuan DAK SLBM sudah melaksanakan kewajiban pemasangan plang kegiatan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis).

“Dinas kami yang menjadi penanggung jawab program ini, dan beresnya kegiatan disetiap titik penerima adalah indikator dari keberhasilannya. Kami akan memastikan semuanya sesuai dengan juklak/ juknis,” tegasnya.

Vera juga memastikan semua kegiatan DAK SLBM di 11 titik penerima sesuai dengan apa yang harus dilaksanakan karena disetiap titik sudah ada pihak Tenaga Pasilitator Lapangan (TPL). TPL tersebut itulah yang menjadi kepanjangan tangan dari pihak Dinas Kimrumtan. “TPL juga yang akan menindaklanjuti kalau ada persoalan secara teknis dilapangan,” tukasnya.

Menurutnya, hasil pengerjaan yang dilaksanakan oleh KSM bisa dipastikan lebih baik secara kualitas. Hal ini karena masyarakat setempat sendiri yang membangunnya dan sekaligus calon pengguna fasilitas DAK SLBM itu.

“Masyarakat tentunya sadar bahwa apa yang mereka bangun itu untuk mereka sendiri, bukan untuk pihak lain. Dan biasanya, apa yang dilaksanakan secara swakelola akan jauh lebih baik kualitasnya daripada dikerjakan oleh pihak ketiga,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco