Kondisi Infrastuktur Di Kabupaten Sukabumi Banyak yang Rusak

oleh

SUKABUMI, waktunews.com– Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di ruas jalan nasional di Kabupaten Sukabumi, masih banyak yang rusak. Di sisi lain, masyarakat terus mendesak Pemkab Sukabumi agar segera memperbaikinya.

“Kami mengusulkan adanya upaya pemeliharaan jalan termasuk drainase di ruas-ruas jalan nasional yang ada di Kabupaten Sukabumi,” terang Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, kemarin.
Usulan adanya pemeliharaan jalan itu dilakukan Pemkab Sukabumi dengan mendatangi Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional di Jakarta, Selasa (4/7). Jajaran Pemkab Sukabumi diterima langsung Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah VI, Atyanto. “Kami sampaikan berbagai kendala berkaitan dengan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat (nasional),” tukasnya.

Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi utamanya berada di sepanjang jalur utara dari perbatasan dengan Kabupaten Bogor hingga ke Sukalarang yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Sedangkan kerusakan jembatan di antaranya berada di Pamuruyan Kecamatan Cibadak, Selakopi, serta Sukaraja. “Kerusakan jalan dan jembatan itu menjadi satu di antara penyebab terjadinya antrean kendaraan. Kondisi itu mengakibatkan kerap terjadinya kemacetan yang merugikan pengguna jalan,” tegasnya.

Sementara warga pengguna jalan mengeluhkan terjadinya kerusakan di sejumlah titik ruas jalan nasional. Mereka mengaku merugi waktu karena harus terjebak macet ketika melintasi ruas jalan rusak. Di jembatan Sukaraja, misalnya, terdapat sejumlah lubang dengan lebar sekitar 6 meter dan panjang sekitar 10 meter. Jembatan itu merupakan penghubunga antara Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Anwar Anwari, 33, sopir angkot warga Kampung Bojong Desa Langensari Kecamatan Sukaraja, mengatakan sepengetahuannya sekitar satu bulan lalu infrastruktur jembatan itu baru diperbaiki. Namun perbaikan tak berlangsung lama. Kondisi lubang di jembatan itu kembali menganga. “Kalau tidak salah jembatan baru diperbaiki sebelum puasa. Tapi aneh, saat ini aspalnya sudah banyak yang mengelupas hingga membuat amparannya rusak lagi bahkan sampai berlubang. Kemungkinan karena banyak dilalui kendaraan berat,” ungkap Anwar, kemarin. Masih turunnya hujan juga diduga jadi pemicu kembali rusaknya jembatan Sukaraja. Air hujan tak mengalir maksimal karena drainase yang tak optimal. “Pada hari biasa saja kadang terjadi kemacetan. Apalagi pada jam-jam sibuk, kendaraan semakin padat karena pengendara memperlambat laju kendaraan mereka,” tandas dia. REzki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco