Hakim Menangkan Pemkab dan Koni di Sengketa Wisma Karya

oleh

Hadiah Terindah di HJC 340

CIANJUR – Pengadilan Negri (PN) Cianjur memutuskan menolak seluruh gugatan pihak penggugat Perkumpulan Tiong Hoa Hwee Kuan yang diwakili oleh Haryadi Atmaja dalam sengketa kepemilikan lahan dan bangunan Gedung Wisma Karya di Jalan Moch. Ali

Putusan Majlis Hakim dengan nomor 56/p/vii/2017pn cjr, yang dibacakan oleh Ketua Majlis Hakim Lusiana serta beranggotakan Syahrizal Fahmi dan Erlina sepanjang pukul 12.00 sampai pukul 13.00   menyatakan penolakan terhadap seluruh gugatan Haryadi Atmaja atasnama perkumpulan Tiong Hoa Hwee Kuan.

Pengacara tergugat satu dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dan tergugat dua pihak Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Cianjur, O, Suhendra mengemukakan bahwa amar putusan majlis hakim tadi tersebut adalah kemenangan seluruh masyarakat Cianjur.

“Saya sangat bersukur atas hasil perjuangan yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat dalam mempertahankan objek gugatan tidak sia – sia,” ungkapnya.

Menurutnya, putusan ini adalah hadiah terindah dari tuhan khusus bagi masyarakat Cianjur yang sedang merayakan Hari Ulang Tahunnya ke 340. Kang Aap dan segenap tim kuasa hukum Pemkab Cianjur dan Koni Kabupaten Cianjur mempersembahkan kemenangan tersebut untuk Pak Bupati serta seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur.

“Inilah buah dari kerjasama semua pihak yang telah berjuang mengorbankan tenaga, pikiran, waktu dan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Sementara, terkait akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung oleh pihak Perkumpulan Tiong Hoa Hwee Kuan melalui Ketuanya Haryadi Atmaja, Aap mengaku siap meladeninya.

“Dalam jangka waktu 14 hari mereka ajukan Banding, kita siap saja. Tapi semoga saja tidak, agar persoalan ini cepat selesai,” tukasnya.

Sedangkan, pihak Koni Kabupaten Cianjur sebagai tergugat dua dalam sengketa kepemilikan lahan dan Gedung Wisma Karya, melalui Sekretaris Umum Koni Kabupaten Cianjur, Andri Kertanegara menyatakan rasa bersyukur atas keluarnya amar putusan yang memenangkan pihak Pemkab Cianjur dan Koni.

Andri menegaskan, bahwa putusan majlis hakim PN Cianjur sudah begitu tepat dan adil dengan melihat sisi yuridis dan empiris dalam penangani perkara sengketa tersebut. Dimana posisi lahan dan Gedung Wisma Karya sudah tercatat dan terlindungi oleh Peraturan Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa lahan dan gedung tersebut sebagai milik Pemkab dengan posisi sebagai cagar budaya. “Jangankan dirubah pungsinya, merubah bentuknya saja sudah tidak diperbolehkan,” katanya.

Kini, kata dia, Gedung Wisma Karya tetap milik Pemkab Cianjur yang dipinjamkan kepada salah satu Cabang Orahraga (Cabor) dalam binaan Koni, yaitu Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Cianjur.

“Dengan putusan Hakim PN Cianjur ini, diharapkan PTMSI bisa lebih meningkatkan lagi sisi pretasinya,” ucapnya.

Andri juga mengaku sejak adanya gugatan dari pihak lawan tidak begitu merisaukannya. Karena dirinya yakin, dengan data – data dan pakta sejarah pihak Pemkab dan Koni akan memenangkannya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Tiong Hoa Hwee Kuan, Haryadi Atmaja sebagai pihak penggugat menyatakan akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan tim kuasa hukumnya. “Saya sendiri baru tahu soal sudah keluarnya putusan Majlis Hakim ini,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco