Sisir Hotel tak Berizin, Pajaknya Masuk ke Kantong Siapa?

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur melakukan penyisiran terhadap hotel yang diduga belum mempunyai izin. Hasilnya DPMPTSP mendapati beberapa hotel kelas melati di Kecamatan Cipanas dan Karangtengah, yang ilegal alias tak mengantongi izin.

Penyisiran yang dilakukan diakui pihak DPMPTSP merupakan tindak lanjut berdasarkan laporan masyarakat. Mengetahui hal tersebut mereka pun tak tinggal diam. Hotel-hotel yang dianggap melanggar serta ilegal itupun segera diberikannya surat teguran, untuk membuat surat perizinan dalam batas deadline yang ditentukan pihak dinas.

Kepala DPMPTSP, Endang Suhendar, melalui Sekretaris DPMPTSP, Sidiq El Fatah menuturkan, setelah dilakukan penyisiran sedikitnya 6 hotel berkelas melati dilayangkan ultimatum dari dinas untuk segera menyelesaikan perizinannya. Menurutnya pihak dinas masih bisa bersikap tolerir terhadap pelanggaran tersebut.

“Sebelum ada upaya penertiban dari Satpol PP, terlebih dahulu kami mengupayakan ajakan terhadap para pelanggar itu. Namun jangan salah kami juga jika dalam kurun waktu yang sudah ditentukan pelanggar masih belum menyelesaikan PRnya, kami akan bertindak tegas,” tuturnya.

Ke enam hotel tersebut, kata Sidiq, sudah beroperasi sejak lama. Namun baru kali ini ketahuan, sehingga pihaknya segera menindak lanjuti. Tidak mempunyai izin, trelebih pada sesuatu yang sifatnya perusahaan dikatakan Sidiq merupakan pelanggaran.

“Pelanggaran di mana pun itu berada tidak bisa didiamkan. Kalau ada petugas yang melakukan pembiaran terhadap sesuatu hal yang disebut pelanggaran, maka jelas petugas itupun ikut bersalah,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola hotel di Kecamatan Karangtengah, yang tidak mau disebut namanya mengaku, meski secara resmi hotelnya belum melakukan pengurusan perizinan, namun setiap bulannya ia selalu menyetorkan upeti kepada pihak yang mengaku sebagai petugas dari pemerintahan.

“Setiap bulan sih ada yang datang ke sini untuk meminta retribusi atau pajak. Ngakunya sih dari orang pemerintahan, karena ia menggunakan seragam dinas berwarna coklat,” ujarnya.

Dia pun merasa heran, pasalnya selama ini dirinya merasa mentaati aturan pemerintah dengan membayar pajak kepada orang yang sering datang kepadanya itu. Karena belum lama ini ada penyisiran, maka secara terpaksa ia pun hendak membuat surat perizinan secara formal ke DPMPTSP.

“Mau bagaimana lagi, daripada nanti hotelnya disegel atau ditutup lebih baik saya urusi izinnya,” tandasnya. HW4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco