PLS Harus Bersifat Mendidik dan Menghindari Kekerasan

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Seluruh sekolah dari berbagai jenjang baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai masuk sekolah, Senin (17/7) kemarin, pertanda dimulainya tahun ajaran baru 2017/2018 sesuai kalender pendidikan.

Setelah hari pertama siswa masuk hingga beberapa hari ke depan sekolah terutama SMP, SMA dan SMK akan melakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang dulu dikenal dengan istilah masa orientasi sekolah (MOS). Kegiatan PLS harus bersifat mendidik atau edukatif dan bebas dari perpeloncoan serta kekerasan.

Herry Wirawan, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur mengimbau kepada para guru dan kepala sekolah agar tidak kembali ke MOS sebelum tahun 2016 yang banyak penyimpangan. “Saya minta PLS semua jenjang sekolah di Kabupaten Cianjur benar-benar dikemas secara edukatif, tidak lagi perploncoan. Orangtua juga harus bisa melakukan pengawasan dalam pelaksanaan PLS,” ucap Herry.

Dia menegaskan bahwa PLS harus sesuai dengan Permendikbud No 19 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dan Siswa Baru dalam mengadakan acara pengenalan lingkungan sekolah. “Pelaksanaan PLS harus diinisiasi oleh pamong guru dan kepala sekolah. Artinya para senior tidak bisa menginisiasi pelaksanaan PLS untuk siswa baru,” ungkapnya.

Dilain pihak kepala sekolah SMA Negri 2 Cianjur, Agam Supriyatna mengatakan dirinya menjamin setiap sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sesuai dengan Permendikbud No 19 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)

“Pada pelaksanaan MPLS kali ini, kami tentu mengacu pada peratuaran yang ada, jika MPLS dengan pelonco itu salah besar dan prinsipnya untuk membekali siswa dalam pengenalan lingkungan sekolah, memperkenalkan kurikulum yang akan dilaksanakan pada proses bengajar siswa nantinya dan memperkenalkan ekstra kulikuler yang ada di sekolah kami,” ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa pelaksanaan PLS dilaksanakan selama tiga hari, dengan jadwal dan ketentuan sesuai dengan keperluan pendidikan dan sudah di musyawarahkan oleh dewan guru bersama para pengurus OSIS. “Alhamdulilah, di sekolah kami dari tahun ketahun pelaksanaan kegiatan kegiatan MPLS selalu berjalan dengan baik, dan para anggota osis dan guru pun beserta siswa-siswa anggota ekstra kurikuler selalu membuat suasana nyaman sehingga tak ada masalah sedikitpun,” pungkasnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco