Senior SMKN 1 Haurwangi Diduga Keroyok Sejumlah Junior

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Beberapa calon siswa baru SMKN 1 Haurwangi, yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diduga mengalami kekerasan fisik dari seniornya. Bahkan, mereka mengaku diminta harus menjadi kawanan untuk ikut dalam aksi tawuran dengan siswa sekolah lainnya.

Peristiwa tersebut diktakan salah satu korban, terjadi pagi hari pukul 09.30 WIB Senin (17/7). Tiga orang korban yang mengaku terkena tamparan dari seniornya, yaitu Wawan (15), Rizki (15), dan Deni (16). Bahkan, mereka langsung dipindahkan sekolahnya lantaran merasa tauma atas peristiwa tersebut.

Salah satu korban, Rizki menjelaskan, pada saat pelaksanaan MPLS, tepatnya saat jam istirahat seluruh siswa laki-laki disuruh seniornya agar berkumpul di depan sekolah, di warung pinggir yang tak jauh dari lingkungan sekolah. Setelah berkumpul sebanyak berapa orang siswa, kemudian diperintahkan berjongkok. Lalu setelah jongkok seluruhnya satu-persatu dipukuli seniornya kearah muka. “Saya merasa kaget dan takut. Saya gak mau lagi meneruskan MPLS di sekolah,” imbuhnya.

Tak hanya dipukuli, setelah itu seniornya memberi wejangan kepada mereka supaya nanti harus menjadi kawanannya untuk ikut dalam aksi tawuran dengan siswa sekolah lainnya. Dari sana beberapa korban segera dibubarkan. Para senior itu meminta kepada mereka agar kejadian tersebut dirahasiahkan kepada siapapun, teutaman kepada seluruh guru SMK Negeri 1 Haurwangi. “Setelah digebukin, kami diminta merahasiakan kejadian ini,” sebutnya sembari gemetar.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait peristiwa tersebut, Humas SMK Negeri 1 Haurwangi Junjun Guntara, membantah adanya kejadian pemukulan terhadap siswa baru oleh seniornya. Bahkan, informasi tersebut, baru diketahui pihak sekolah Selasa (18/7).

“Itupun masih belum pasti kebenarannya karena pihak sekolah masih menyelidikinya. Selain itu, kalau benar ada kejadian pemukulan peristiwanya di luar tanggungjawab kami. Karena terjadi pada pukul 15.00 WIB sore,” timpalnya.

Menurutnya, pada waktu itu seluruh panitia panitia MPLS selama kegiatan tidak ada di tempat. Kemudian pelaksanaan MPLS pun dikatakannya tidak pernah melakukan kekerasan pada siswa baru yang sedang mengikuti MPLS, karena semua kegiatan apapun selalu didampingi pihak guru SMKN 1 Haurwangi.

“Kalau memang terjadi pemukulan, kekerasan  terhadap siswa baru yang dilakukan seniornya kami mempersilahkan orangtua korban agar segera mengadukanya ke polisi,” tandasnya. HW4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco