Tes Wawancara Seleksi Kepala Sekolah SD Gugup, Saat Diwawancara Penguji

oleh

Degdekan, gugup dan gundah gulana bahkan tak bisa tidur semalaman, setidaknya itulah yang disampaikan oleh beberapa calon kepala sekolah SD yang mengikuti tes wawancara pada acara seleksi kepala sekolah SD yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Cianjur, Jalan Raya Bandung, Senin (24/7) kemarin.

Laporan : Ismat Nasrulloh

Riuh kebingungan terlihat, ketika para peserta calon kepala sekolah mencari ruangan tes wawancara, dimana mereka akan diwawancarai perihal visi-misinya ke depan, jika ia menjabat lagi sebagai kepala sekolah definitip di sekolahnya masing-masing.

Peserta yang mengikuti tes wawancara seleksi kepala sekolah tersebut sebagian ada yang memang baru promosi, ada juga yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah sebelumnya, mereka tak ada beda, semua mengikuti proses seleksi tahap demi tahap, dimulai dari sleksi administrasi, tes tulisan hingga tes wawancara / lisan yang dilaksanakan pada Senin kemarin.

Berbagai ekspresi terlihat diraut muka peserta seleksi kepala sekolah SD, bahkan sebagian lagi ada yang berani cerita tentang perasaannya saat diwawancara. Layaknya seorang siswa yang sedang mengikuti ujian sekolah.

Seperti yang diuangkapkan salah seorang peserta seleksi Kepsek, asal Cilaku Dadang Suganda (59), meski menjelang pensiun dia tetep antusias mengikuti seleksi tersebut, baginya tak ada salahnya jika mengikuti kebijakan yang saat ini dilakukan oleh Pemkab.

“Usia sudah 59 lebih 2 bulan jadi jika dilihat masa kerja saya tinggal 10 bulan lagi, tapi tetap saya mengikuti kebijakan ini, toh banyak hikmah yang dapat dipetik, yah itung-itung uji nyali,” ungkapnya.

Dia mengaku dalam berbagai peroses yang ditempuh banyak hikmah yang diambil, selain menguji diri sendiri juga menguji keilmuan dan kedisiplinan dalam mengikuti proses seleksi tersebut.

Dia mengungkapkan kedisiplinan bagi para aparatur sipil negara diantaranya harus siap ditempatkan dimana saja, selama dibutuhkan oleh negara dan masyarakat.

“Kalaupun harus ditugaskan diwilayah yang jauh, saya siap. Apalagi dengan suasana baru, biasanya motivasi baru juga, refreshing juga menjelang hari pensiun,” katanya.

Ada juga yang mempersiapkan seleksi tersebut dengan berbagai persiapan, ada yang berusaha menghapal materi persentasi semalaman jemput atau system kebut semalem, ada juga yang mengaku berdukun.

Seperti yang di ceritakan Anwar, calon kepala sekolah dari kecamatan Cibeber, dia mengaku sangat gerogi untuk menghadapi penguji, namun dirinya mempersiapkan diri dari semalam seperti berdoa bersama keluarga, dan nitip do’a kepada ustadz yang diyakininya bisa membantu kelancaran dalam mengikuti seleksi kepsek tersebut.

“Selain mempersiapkan materi persentasi dan wawancara, saya juga sudah berdo’a bersama keluarga. Persiapan spiritual juga penting, saya meminta do’a juga kepada kepada ulama untuk bisa dilancarkan dalam seleksi ini,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi mengatakan bahwa memang bayak tergambar kehawatiran dari para peserta tes wawancara yang ia wawancarai, dimulai dari gugup, gerogi dan lain sebagainya.

“Wajar-wajar saja, itu kan manusiawi, setiap orang kan punya perasaan, apalagi menjelang ujian yang selama ini terkesan menakutkan, padahal yah semua bisa berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada, minimal itulah yang tergambar ketika seseorang mengikuti ujian dalam kehidupannya,” ungkap Agus. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco