Cianjur Masih Kurang Tenaga Pengajar

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Gride guru berprestasi status Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Cianjur masih rendah, hal ini di benarkan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah. Sekalipun pemerataan guru di Kabupaten Cianjur dilakukan tetap saja kapasitas guru ASN di sekolah masih dikatakan minim.

“Bisa jadi masih kurang, namun semua data yang valid tentu ada di bagian kepegawain dinas pendidikan kabupaten Cianjur, data kami hanya secara global, tidak spesifik,” ungkapnya kepada HW saat ditemui di kantornya usai tes wawancara, Rabu (26/7) kemarin.

Untuk mengetahui kekurangan yang sebenarnya menurutnya, tentu harus dilakukan pasing gride dari akumulasi jumlah sekolah yang ada. “Data konkrit nya ada di dinas pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala UPTD Cipanas Edi Mulyadi mengatakan, guru jenjang sekolah dasar di UPTD pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Cipanas keadaannya masih kurang, keadaan guru di Kecamatan Cipanas berdasarkan data yang di rilis UPTD Cipanas masih kurang mengingat rasio murid dan guru di Cipanas masih terbilang menonjol, dengan rombel yang begitu banyak.

“Dari data menunjukan bahwa kekurangan guru yang di butuhkan sekurang-kurangnya, membutuhkan 212 guru kelas, 34 guru agama  dan 38 guru guru olah raga,” ungkapnya.

Jika perbandingan antara guru ANS dan guru honorer berimbang lima puluh persen per lima puluh persen, sedang jika perbandingan antara banyaknya siswa dan guru di Cipanas masih kurang.

“Jumlah rombel di Kecamatan Cipanas sebanyak 433 rombel, dengan jumlah siswa, antara 30 orang sampai 40 orang per rombelnya, jadi tidak ideal untuk kondisipitas dengan jumlah siswa, jika dibanding jumlah guru sebanyak 240 yang ada,” kata dia. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco