Untuk Mendata WNA dan TKA, Disnakertrans Keukeuh Perjuangkan Kantor Imigrasi

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur keukeuh akan memperjuangkan berdirinya kantor Imigrasi Cianjur. Keberadaan Kantor Imigrasi sangat diperlukan untuk mendata dan mengolah informasi keberadaan warga negara asing yang berada di wilayah hukum Kabupaten Cianjur.

Keberadaan kantor Imigrasi juga akan memudahkan segala pendataan, pengurusan dan pemantauan keberadaan WNA baik itu yang berstatus pelancong ataupun pekerja pada sektor–sektor industri yang ada dikawasan jalur Jalan Raya Bandung ataupun di kawasan lainnya.

Sekretaris Disnakerstrens Kabupaten Cianjur Heri Suparjo menjelaskan, rencana pendirian kantor imigrasi yang diperjuangkan sudah mencapai tahap pembuatan perjanjian dengan pihak Direktorat Jendral (Dirjen) Imigrasi pada Kementrian Luar Negri (Kemenlu) Republik Indonesia.

“Perjanjian ini diusahakan waktunya sebelum Pak Bupati berangkat menunaikan Ibadah Haji. Kira–kira sebelum tanggal 12 Agustus nanti,” katanya.

Heri memaparkan, keseriusan pihak Disnakertrans Kabupaten Cianjur ini dibuktikan juga kerja keras semua jajarannya. Tanggal 25 kemarin saja, Kepala Dinas (Kadis) Disnakertrans menyambangi Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat di Bandung untuk menguatkan alur implementasi perjanjian kerjasama.

“Karena sebelumnya sudah ada rencana tanggal 27 September nanti Kanwil Imigrasi Jabar akan ke Cianjur,” ungkapnya.

Hasilnya dari kunjungan Bu Kadis kemarin adalah lanjutnya,  Cianjur masih harus menunggu penelaahan dari Kakanwil Kemenkumham Provinsi Jabar. Hal ini dikarenakan terjadinya pergantian pucuk pimpinan di lembaga tersebut.

”Ini cuma sedikit masalah teknis saja. Insya Allah selanjutnya akan berjalan lancer kembali,” tambahnya.

Heri berjanji, dinasnya akan terus berjuang demi maksimalnya kualitas pelayanan terhadap masyakarat Kabupaten Cianjur.  Dirinya meyakini, apabila kantor imigrasi terkabul, akan mempermudah pelayanan, serta pengawasan keberadaan WNA yang berstatus Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Untuk catatan sebelumnya jumlah TKA di Cianjur sendiri berjumlah 97 orang,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua Dewan Pengurus Konfederasi (DPK) Serikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Sarbumusi NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim mendorong percepatan proses pendirian Kantor Imigrasi yang diperjuangkan Disnakertrans.

Menurutnya, jangan sampai keberadaan TKA disektor industri tidak terditeksi dalam jumlah yang sesuangguhnya. Hal ini menyangkut penyerapan tenaga kerja lokal agar tidak terancam dengan keberadaan TKA tadi.

“Kalau tidak terdata dan tidak terditeksi, bisa–bisa bagian operator industripun diambil alih oleh TKA,” tukasnya.

Nurul Yatim merasa perlu mendorong pihak dinas dan apparat terkait lainnya dalam optimalisasi pendataan TKA karena Sarbumusi NU Kabupaten Cianjur sering mendapatkan laporan adanya kawasan perkampungan di Kecamatan sukaluyu yang seluruhnya dihuni oleh para TKA.

“Menurut pantauan anggota kami, ada sekitar satu ke RT an kawasan yang dihuni oleh TKA itu,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco