Kades Babakancaringin Menambah Tanah Milik Desa, Malah Terkena Fitnah

oleh

KARANGTENGAH, waktunews.com – Merasa terus tersudutkan oleh pemberitaan beberapa media soal sangkaan dirinya menjual tanah milik desa yang terletak di Kampung Gempol RT 003 RW 005, akhirnya Kepala Desa Babakancaringin Kecamatan Karangtengah, Deni Setiabudi angkat bicara membeberkan persoalan yang sesungguhnya.

Tanah desa yang disangkakan telah dijual tersebut ternyata seluas 2000 meter persegi adalah milik seseorang bernama Tien Hartini warga Ibu Kota Jakarta. Tien Hartini sendiri selain memiliki tanah 2000 meter persegi, juga sebagai pemilik tanah seluas 10 hektar lahan lainnya yang terdapat dibelakang sebuah penginapan di Jalan Raya Bandung yang masih termasuk dalam wilayah Desa Babakancaringin. Tanahnya berupa hamparan sawah.

Bukti–bukti kepemilikan dua bidang tanah milik Tien Hartini dibuktikan dengan adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang atas namanya.  Diakui oleh Deni Setiabudi bahwa selain SPPT, surat kepemilikan lainnya berupa girik atau leter C di desa hilang. Tapi setelah diurus oleh pemilik dua bidang tanah tadi, dan dibenarkan oleh BPN Cianjur. Tien Hartini menjualnya ke pihak lain.

“Jadi sudah jelas, bahwa tanah di Kampung Gempol itu bukan milik Desa Babakancaringin,” katanya.

Deni memaparkan, karena yang dijual kepada pihak lain itu cuma yang berupa hamparan sawah seluas 10 hektar, maka yang 2000 meter persegi yang letaknya jauh di depan dan terpisahkan oleh tanah milik orang lain lagi, Tien Hartini akhirnya memberikannya kepada dia secara pribadi.

Setelah penerimaan pemberian atau hibah tanah tadi selesai, lanjutnya, diadakanlah rapat perangkat desa beserta Badan Perwakilan Desa (BPD) yang hasilnya adalah, saya menjual tanah hibah di Kampung Gempol tadi kepada pembeli yang sama yang membeli tanah Tien Hartini 10 hektar. Dan hasil dari penjualannya dibelikan tanah seluas 2000 meter persegi juga di Kampung Peundeuy Raweuy, RT 001 RW 004, Desa Babakancaringin.

“Nah tanah di Kampung Peundeuy Raweuy itu, yang statusnya adalah milik saya pribadi, saya hibahkan untuk menjadi tanah milik Desa Babakancaringin,” ungkapnya.

Menurutnya, isue dirinya menjual tanah milik desa tidaklah benar. Isue tersebut beredar karena orang yang pertama kali mempertanyakan persoalan ini tidak mau menggali informasi lanjutan. Bila saja pencarian fakta–fakta kepemilikan tanah di Kampung Gempol itu dilanjutkan bertanya kepada para mantan Kades Babakancaringin terdahulu, niscaya akan diperoleh keterangan yang sama dengan dirinya. Bahwa tanah itu bukanlah milik desa, melainkan milik pribadi orang yang bernama Tien Hartini.

“Kan sekarang jadi sebaliknya, saya ini tidak pernah menjual tanah desa, yang ada adalah saya menambah perbendaharaan tanah milik desa,” ucapnya.

Deni berharap persoalan ini tidak terus menjadi polemik ditengah masyarakat. Dirinya sudah memaafkan sipenyebar issue dan berjanji tidak akan pernah mengganggu gugat tanah yang terletak di Kampung Peundeuy Raweuy yang sudah dihibahkan jadi tanah milik desa. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco