Minimnya Guru ASN Agama di Cianjur Karena Moratorium

oleh

Terbatas Melakuan Rekrutmen

CIANJUR, waktunews.com – Kekurangan guru berstatus ASN di Kabupaten Cianjur terjadi pada guru olahraga dan guru agama, hal ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Hilman Sujadi, saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Menurutnya, kekurangan guru agama terjadi, disebabkan dengan belum ada kebijakan pengangkatan untuk guru agama dari kementrian agama yang hingga saat ini.

“Karena memang Kemenag terbatas untuk melakukan rekrutmen. Kekurangan pun terjadi dan itu bukan hanya terjadi di SD, SMP juga kurang,” ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasan kewenangan untuk pengangkatan guru dirasakan, sebab mekanisme pengangkatan guru agama harus dilakukan oleh kementrian agama kemudian diberi surat penugasan untuk mengajar di Dinas Pendidikan seperti di SD atau di SMP.

“Keterbatasan itu tidak hanya dirasakan pada dinas pendidikan saja termasuk di Madrasah Ibtidaiah dan Tsanawiyah, kalo menurut informasi saya di lapangan,” ujarnya.

Kekurangan tersebut tambah dia, tidak hanya dirasakan di Cianjur, bahkan didaerah lain di Jawa Barat yang terkena moratorium pengangkatan ASN.

“Moratorium itu di berlakukan, jika anggaran belanja daerahnya diatas 60 persen untuk belanja pegawai, jika Cianjur APBD untuk belanja pegawai hanya mencapai 30 persen maka pengangkatan bisa dilakukan kembali, khusus untuk guru yang memang dibutuhkan seperti guru olahraga, dan pemerataan guru SD,”

Akan tetapi, kata Hilman, sistem dan kebijakan pemerintah pusat, juga menjadi sistem kuota, sehingga kebijakan pusat pun akan berpengaruh terhadap keberjalannan pendidikan di Kabupaten Cianjur. “Intinya adalah kembali lagi ke pemerintah pusat,” pungkasnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco