Pengawas Salah Satu Kunci Kualitas Pendidikan

oleh

CIANJUR – Fungsi pengawas sekolah di Kabupaten Cianjur harus lebih ditingkatkan lagi, hal ini guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur, sebab peran pengawas terhadap mutu pendidikan sangat penting.

Setidaknya itulah yang di ungkapkan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, usai melaksanakan tes kepala sekolah beberapa waktu lalu.

Selaras dengan apa yang disamapaikan oleh Kabid SD, Sekretaris Dinas pendidikan Kabupaten Cianjur memandang, bahwa kinerja dan kuantitas pengawas harus di tingkatkan kembali. Sebab menurutnya, sebagai salah satu kunci kualitas pendidikan adalah keberadaan pengawas yang berkualitas dan ideal.

“Ideal di sini baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitas,“ ungkapnya, saat di di temui di di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan Kebudayaan.

Namun menurutnya dengan jumlah pengawas di Tingkat SMP sebanyak 37 pengawas dan Tingkat SD sebanyak 163 di Kabupaten Cianjur dirasa masih minim.

“Saat ini pengawas di Kabupaten Cianjur rasio pengawasnya tidak dilakukan terhadap keberadaan sekolah binaan namun di titik beratkan kepada jumlah guru, menurut aturan yang ada bahwa satu pengawas berbanding 60 guru binaan,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan, dengan jumlah tersebut juga memang belum tersebar dengan merata, menurutnya porsi tersebut menjadi dilematis bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, sebab dari sekian banyak pengawas yang ada, sebanyak 15 orang pengawas SD sudah memasuki masa pensiun.

“Untuk pengangkatan kembali tidak mudah, sebab pengawas terbagi tiga golongan diantaranya pengawas tingkat pratama, muda dan media, jadi sangatlah tidak gampang untuk mengangkat pengawas,” ungkapnya.

Untuk fungsi pengawasan sendiri menurutnya pengawas masih terkendala masalah supervisi akademik yang masih rendah, akibatnya berpengaruh terhadap perkembangan mutu pendidikan yang masih rendah di Kabupaten Cianjur.

“Kalo pengawas fungsinya jelas sesuai dengan setandarisasinya, yaitu melakukan pengawasan pendidikan dan supervisi akademik dan menegerial pendidikan, namun kendala supervisi jadi kendala karena minimnya pelatihan, dan tunjangan untuk menjangkau semua sekolah yang ada,” ungkapnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco