Pelajar Indonesia Raih 63 Medali Debat Internasional

oleh

JAKARTA, waktunews.com – Pelajar Indonesia meraih 63 medali kompetisi debat tingkat dunia pada ajang World Scholar’s Cup Global Round di Hanoi, Vietnam. Kompetisi yang melibatkan 3.600 peserta dari 44 negara itu diikuti pelajar kelas V dan VI (usia 10-12 tahun) dari Global Sevilla School Jakarta.

Direktur Global Sevilla School Robertus Budi Setiono menjelaskan, materi debat dalam kompetisi tersebut membahas beragam isu di semua negara. Beragam sudut pandang terkait sebuah isu menentukan keberhasilan tim dalam meraih medali. Ia mengatakan, keberhasilan menggondol 63 medali tidak lepas dari sikap percaya diri yang tinggi para siswa dalam mempertahankan gagasan.

“Tingkat kepercayaan diri merupakan salah satu karakter yang harus dikembangkan dan dilatih sejak usia dini. Sekolah Global Sevilla ikut serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan nawacita. Kita melakukan revolusi karakter bangsa melalui pendidikan karakter yang berkesinambungan dan mampu untuk bersaing di kancah internasional,” ujar Robertus

Kompetisi debat internasional tahun ini mengambil tema “An Unlikely World”. Para siswa memilih topik pembahasan mengenai mitos modern (modern mythologies), sejarah konspirasi (history of conspiracy), perjalanan ke bulan (shoot for the moon), meramal masa depan (predicting the future). Bukan hanya debat, kompetisi itu juga dikemas dengan berbagai macam seperti kuis dan mengerjakan soal-soal, individu maupun berkelompok.

“Dalam usahanya untuk meraih yang terbaik, para peserta diminta untuk dapat memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan data dan informasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif para orangtua murid. Kali ini Sekolah Global Sevilla didukung sepenuhnya oleh para orangtua sehingga dapat mengirimkan 12 orang anak didik usia 11 dan 12 tahun,” katanya.

Orangtua memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak sekolah melalui 2 orang guru pendamping untuk dapat membimbing dan memotivasi para siswa. Sebagian dari orangtua bahkan ikut mendukung langsung dengan menyaksikan perlombaan ini. “Saya mengizinkan anak saya untuk mengikuti WSC karena baik untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi dengan benar. Juga meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum serta membuka wawasan dalam berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara. Saya melihat anak-anak juga sangat bersemangat. Menurut mereka, acara ini sangat menyenangkan,” ucap Indri, orangtua Trishia, salah seorang peserta.

Seorang siswa peserta kompetisi, Rafi Rahman mengaku, capaian tersebut sangat memotivasi untuk terus meraih beragam prestasi lainnya. “Kami meraih dan melakukan hal-hal yang istimewa, di luar perkiraan kami sehingga saat meraih medali agak terkejut. Kami melihat peserta lain sangat berpengalaman dan pintar tetapi ada satu hal yang membantu kami yaitu keyakinan bahwa kami harus berusaha sebaik mungkin untuk mencapai keberhasilan,” ujarnya. DJ/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco