616.961 Anak Sasaran Vaksin Imunisasi Measles-Rubella

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Pelaksanaan pemberian vaksin yang dilaksanakan di sekolah Madrasah Ibtidiyah Negeri (MIN) 1 Maleber, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, yang dihadiri oleh ibu bupati dan para muspida. Kegiatan yang dilaksankan dari 1 Agustus 2017 itu, tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan di Dinkes namun juga guru UKS dan para kades di setiap sekolah dengan jumlah  616.961 orang penduduk Cianjur yang berada di rentang usia 9 bulan sampai sebelum 15 tahun menjadi sasaran imunisasi measles-rubela.

Ibu Bupati Cianjur, Ratu Elisye Muhtar mengatkan,  kalau anak kita kena virus rubela bisa mengakibatkan sakit campak rubela, ini apalagi terkena kepada ibu hamil itu bisa fatal akibatnya dan bisa melahirkan anak yang cacat, maka dari itu diadakan pekan imunisasi anak nasional untuk menekan kematia ibu hamil yang melahirkan dan anak yang dilahirkan.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, mengatakan, pemberian vaksin pada anak merupakan gerakan nasional untuk mencegah campak measles dan rubela, sebab keduanya dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian anak.

“Ini merupakan gerakan dan kampanye vaksin serentak secara nasional. Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun mencapai 616.961 orang yang tersebar di 32 kecamatan dan di bawah tanggungjawab dari 45 Puskesmas di Cianjur,” ujar Tresna.

Tresna mengungkapkan, dalam gerakan vaksin atau imunisasi campak measles dan rubela, yang ditargetkan bisa mencapai 95 persen itu melibatkan lebih kurang 1.139 vaksinator. “Petugas itu dibagi dalam 3.282 pos pelayanan, jadi seorang vaksinator bisa bertugas di beberapa pos pelayanan,” katanya.

Dia mengatakan, tidak hanya petugas dilapangan, Dinkes juga melibatkan 6.305 guru UKS dan 5.830 kader yang sudah terlebih dulu dilatih untuk menyukseskan program tersebut. Pasalnya tidak hanya di pos pelayanan, pemberian vaksi juga dilakukan di setiap sekolah.

“Kita dibagi beberapa tempat yang ditugaskan, ada yang disekolah dan juga di pos pelayanan. Pokoknya hingga akhir ditargetkan minimal tercapai 95 persen dari jumlah sasaran,” harap Tresna.

Ditanya terkait jumlah temuan rubela dan campak di Cianjur, Tresna mengungkapkan, setiap tahunnya hanya sedikit yang ditemukan. Seperti pada 2015 yang hanya sebanyak 7 anak, 2016 sebanyak 4 anak, dan di tahun ini belum ditemukan satupun.

“Kalau berkaca di Cianjur memang jumlahnya rendah. Tapi kalau secara nasional saat rapat Menkes angkanya memang tinggi, dimana setiap tahun ada 11 ribu kasus campak dan 30.463 kasus rubela,” kata Tresna.

Tresna menambahkan, untuk rubela efek bagi mereka yang terkena virusnya hanya demam, tetapi akan berbahaya jika komplikasi. Sementara untuk campak, memang bisa mengakibatkan kematian.

“Makanya vaksin ini sekaligus, campak dan rubela untuk megnantisipasi keduanya. Kami optimis di Cianjur berjalan lancar, dan tingkat kesehatan warga meningkat, apalagi kalau program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dijalankan,” pungkasnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco