Produk HPI Riau Menghasilkan Buku Kumpulan Puisi Penyair Nusantara 

oleh

Cianjur Wakili Jabar di Hari Puisi Indonesia  (2)

Hari Puisi Indonesia merupakan hari raya memperingati kelahiran Chairil Anwar yang jatuh pada tanggal 27 Juli. Chairil Anwar yang sangat popular dengan sebutan si binatang jalang ini. Sangat mempengaruhi gaya-gaya kepenulisan penyair Indonesia setelah penyair angkatan 45 ini pulang ke Rahmatullah. Maka dari itu Hari Puisi Indonesia sangatlah perlu untuk dirayakan. Terlebih kegiatan yang telah sukses dilaksanakan dalam HPI tersebut adalah HPI di Provinsi Riau, yang melibatkan 99 penyair tanah air, dan juga para komunitas-komunitas seni dan pencinta alam turut hadir di acara tersebut.

EKY RIZKY, Cianjur

Kota-kota yang terpilih dari hasil kurasi pengiriman puisi yang bertajuk kota Siak, dan telah dibukukan dengan judul “Menderas Sampai Siak” itu diantaranya; Jakarta, Cianjur Jabar, Cirebon Jabar, Bandung Jabar, Surabaya, Payakumbuh, Bukittinggi, Medan, Pematang Siantar, Bali, Yogyakarta, Riau, Sumenep, Palembang, Kudus, Kutai, Garut, Solo, Padangpanjang, Banyuwangi, Aceh, Jambi, Kalimantan, dan lainnya. Bahkan ada juga dari Negara tetangga seperti; Thailan, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Berbagai judul unik dan menarik dari setiap penyair Nusantara itu, menambah kekayaan puisi dengan satu tema kota Siak. Pada saat membaca buku tersebut dari awal sampai akhir, pembaca akan merasakan sensasi berimajinasi yang dalam tentang gambaran kota siak melalui puisi-puisi dalam buku itu,

Kemeriahan HPI di Riau ini, selain bersilaturahmi antarpenyair, juga memiliki tujuan untuk memperkenalkan kepada penyair-penyair Nusantara yang berada di luar Riau, untuk mengunjungi berbagai tempat-tempat wisata seperti, Istana Siak, Sungai Siak, Tepian Bnadar Sungai Jantan, Desa adat Buluhcina, dan Rimbo Tujuh Danau,

Dalam kegiatan malam apresiasi puisi pun, para penyair membacakan puisinya masing-masing tentang Siak dan ada pula yang membacakan puisinya dari buku kumpulan puisi tunggal mereka. Romantisme hari puisi di pinggir sungai sampai di atas perahu menambah kepuasan bagi para penyair yang tampil dan masyarakat setempat yang menyaksikan. .

Tidak kalah pentingnya, presiden penyair Indonesia Sutardji Calzum Bachri, dari mulai pembukaan kegiatan sampai acara penutupan di Eco wisata Rimbo Tujuh Danau, beliau masih tetap terus mengikutinya. Kedatangan Sutardji di Buluhcina sempat menggemparkan para penyair nusantara lainnya. Sebab beliau membaca puisi karyanya sendiri langsung di atas gajah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco