Tolak Pabrik Penggilingan Batu, Warga Bubuhkan seribu Tandatangan

oleh

SUKABUMI, waktunews.com – Kehadiran Penggilingan batu milik PT. LC melalui berbagai pertemuan dan musyawarah dengan warga Kampung Cimanggu, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi tetap mendapat tolakan dari warga. PT tersebut berada di dua desa yakni Desa Titisan dan Desa Cimangkok yang mana warganya tidak akan memberikan peluang untuk beroperasinya mesin penggilingan batu.

“Warga Cimanggu adalah masyarakat yang selalu menjaga kondusivitas lingkungan. Kami selalu menghargai para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di kampung kami, tapi dia harus menghargai warga di sini. Kami bukan provokator, hendaknya pengusaha lebih bijak dalam menghadapi masyarakat,” kata Deden, tokoh pemuda Kampung Cimanggu, Desa Titisan kepada wartawan, kemarin.

Warga sendiri bukan menolak adanya akses lapangan kerja di kampung mereka, namun Deden menerangkan, pengusaha penggilingan batu dalam hal ini pemilik PT. LC harus menempuh semua prosedur perizinan antara lain adanya persetujuan dari warga. Sampai sekarang, lanjutnya, pemilik penggilingan belum pernah meminta izin lingkungan dari masyarakat yang tinggal di sekitar penggilingan batu.

“Penggilingan batu itu sangat membahayakan kesehatan warga. Selain itu lokasinya berdekatan dengan pemakaman umum,” ujarnya.
Pada Minggu (6/8/2017) lalu, tokoh masyarakat setempat menggelar musyawarah di SDN Cimanggu dengan mengundang Muspika dan jajaran pemerintahan desa. Namun, dari semua pejabat yang diundang hanya dua pihak yang hadir yakni utusan Polsek Sukalarang dan Sekdes Titisan Jajang Syamsudin. Pada musyawarah itu tidak kelihatan utusan dari pemerintahan Desa Cimangkok.
“Yang terjadi saat ini, pengusaha telah menempatkan alat berat dan mesin produksi penggilingan batu di lokasi tersebut,” jelasnya.

Penolakan warga tersebut tertuang bukan hanya melalui lisan, secara tertulis lewat spanduk warga juga menyatakan penolakan terhadap kehadiran penggilingan batu. Spanduk penolakan dibentangkan di halaman SDN Cimanggu. Dalam musyawarah warga tetap menolak kehadiran penggilingan batu.

Sementara itu Camat Sukalarang, Amir Hamzah menyatakan, dirinya akan segera memanggil pemilik PT. LC untuk menyampaikan imbauan agar tidak mengoperasikan mesin batu sebelum dilakukan pengkajian yang mendalam untuk pembuatan amdal. Amir mengakui pihak kantor kecamatan telah memberikan rekomendasi kepada pemilik PT. LC berdasarkan rekomendasi dari warga, ketua RT, ketua RW, dan desa. Iyus Firdaus .
====999===

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco