Melihat Uniknya Masjid Perahu, Berdiri Sejak 1970

oleh

Perahu menjadi salah satu nama masjid di Kampung Cikiray Kidul, 02/09,  Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Bukan sembarangan pemberian nama. Namun bentuknya yang menyerupai perahu, membuat masjid itu dinamai sesuai bentuknya.

Laporan: Moch Pajar

Masjid yang dibangun sekitar 1970 an itu, percis seperti perahu yang ada di laut. Bahkan, bentuknya depannya yang lancip, ditambah aksesoris pendukung lain seperti adanya gambar jangkar membuat kemiripannya sungguh terasa. Ditambah adanya kolam ikan di bawah perahu itu membuat, semua itu laik seperti di tengah lautan.

Pengelola Masjid Perahu Wawan Sopian (39) mengatakan, bangunan itu dibuat Almarhum KH Abdul Aziz sekitar 46 tahun silam. Pembangunan itu didasari dari kesukaan terhadap bentuk perahu. Selain itu, filosofi dari dibangunnya perahu tersebut adalah sebagai kendaraan untuk mengarungi dunia. Pasalnya dia mengibaratkan dunia ini sebagai lautan yang harus diarungi. Sehingga dibuatnya masjid berbentuk perahu. “Kalau namanya sengaja dibuat Masjid perahu agar semua orang mengingat masjid ini,” ujarnya.

Namun, karena bentuknya yang unik, masjid tersebut sering dijadikan tempat untuk berfoto-foto. Bukan hanya pribumi, orang dari berbagai daerah pun banyak yang berdatangan ke tempat tersebut untuk melihat keunikan masjid tersebut. “Kalau orang Sukabumi mah sudah pasti dan sering ke sini, tapi ada juga yang ngebelain ingin melihat keunikan bentuk masjid ini.Misalnya ada yang dari Lampung, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya,” ucapnya.

Bahkan, banyak juga sejumlah orang yang ingin membuat masjid perahu seperti yang ada di Kampung Cikiray Kidul tersebut. Bahkan tidak sedikit yang berbicara terang-terangan untuk membuatnya. “Ada salah seorang yang secara langsung bilang ke saya dan meminta izin untuk membangun masjid perahu seperti yang ada di sini,” ungkapnya.

Wawan mengatakan, untuk bangunannya sendiri, masjid tersebut dibangun tiga tingkat. Jamaah yang bisa ditampung masjid tersebut sebanyak 40 orang. Di mana, bangunan pertama dipakai untuk beribadah, bangunan kedua dipakai untuk beritikaf, dan bangunan ketiga merupakan menara. “Di menara itu, bisa melihat pemadangan dari semua sudut  Kabupaten Sukabumi,” terangnya.

Wawan menambahkan, di belakang bangunan masjid tersebut, Almarhum KH Abdul Aziz yang merupakan mertuanya tersebut membuat pondok pesantren juga yang diberi nama Pondok Pesantren Yatim Piatu Al-hikmah. Namun sejauh ini hanya ada 37 santrinya. Di mana tujuh diantaranya adalah santri yang menetap. ” Pesantren ini dibangun 20 tahun setelah pembangunan Masjid Parahu. Namun saat ini santrinya tidak seperti awal-awal berdiri,” paparnya

Seorang Pengunjung Muhammad Iskandar, 37 mengatakan, Masjid Parahu ini sangat unik. Bahkan keunikan tersebut yang membuatnya ingin masuk ke dalam masjid tersebut. “Iya tadi tidak sengaja lewat Jalan sini (Kampung Cikiray Kidul) pas dilihat bangunannya bagus, akhirnya mampir saja untuk berfoto-foto sekalian Salat di sini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco