Perkuat Persatuan dan Kesatuan Umat Dalam Berbangsa dan Beragama

oleh

Sahriyahan Desa Gelaranyar Sudah Berlangsung Selama 14 Tahun

Camat Pagelaran, Tatang Basari, sangat mengapresiasi berjalannya pengajian ulama setiap bulan (sahriyahan), yang digelar para alim ulama di Desa Gelaranyar. Kegiatan itu sudah berjalan selama 14 tahun dan bisa terus eksis serta sinergis bersama pemerintah.

Laporan: Ismat Nasruloh

“Teguhkan Pancasila sebagai ideologi negara, sebagai landasan berpikor social keagamaan,”

Hal itu diungkapkan Tatang di hadapan para Alim Ulama Desa Gelaranyar dalam acara Sahriyahan, Minggu (13/8) lalu.

Menurut Tatang, pengajian tersebut terselenggara atas inisiasi ulama dan umaro atau pemerintah.

“Memang sudah seyogyanya antara pemerintah dan ulama satu sama lain saling membantu, menjalin kerjasama demi tegaknya agama dan kuatnya negara,”  ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kegiatan bastul kutub atau kajian kitab kuning juga harus terus dipertahankan. Bahkan harus terus dipelihara eksistensinya terutama di kalangan santri.

“Melihat yang hadir adalah para kyai muda saya merasa tenang bahwa masa depan kita akan kuat, dan estapeta kepemimpinan sudah niscaya harus diteruskan oleh para kyai,” ungkapnya.

Dalam kajian kitab kuning tersebut membahas mengenai beberapa ilmu agama. Yaitu ilmu fikih, akidah, dan tasawuf yang membahas tentang ibadah dan ubudiyah dalam kehidupan sehari- hari.

Ketua MUI Desa Gelaranyar, Danda hidayat mengatakan bahwa tasawuf sebagai social of control harus diaplikasikan kepada kehidupan yang nyata. Selain itu juga menjadi landasan bertindak warga negara Indonesia.

“Sudah sejak lama ulama berkomitmen dan meneguhkan bahwa cinta terhadap negara sebagian dari iman,”ungkapnya.

Menurutnya, pengajian yang memang sudah sejak lama rutin dilaksanakan salahsatunya adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat dalam berbangsa dan beragama. Dirinya pun menekankan agar persatuan umat harus dikedepankan.

“Kebersamaan bisa kita seksikan, dimana masyarakat mendukung kegiatan ini dengan memberikan bermacam-macam hidangan dan gotong-royong untuk sama-sama mendukung kegiatan tersebut sesuai dengan kemampuannya,” ungkapnya.

Kepala Desa Gelaranyar, Jenal, mengatakan, di samping kajian kitab kuning dalam kegiatan tersebut juga berbagai program pemerintah disosialisasikan. Terutama visi cianjur dengan tujuh gerakan keagamaannya.

“Kami umaro dan ulama hadir untuk masyarakat dan memecahkan persolalan yang ada di masyarakat dalam kegiatan shariyahan tersebut. Termasuk melakukan sosialisasi program pemerintah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco