UGM, ITB, dan UI Masuk 500 Besar Dunia, Klasterisasi Perguruan Tinggi Diumumkan

oleh

JAKARTA, waktunews.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) kembali mengumumkan pengelompokan atau klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017 bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Usai upacara HUT RI Ke-72, Menristekdikti didampingi Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, para Direktur Jenderal serta Staf Ahli Menteri di Lingkungan Kemenristekdikti berjumpa dengan para awak media di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek Serpong, Kamis (17/08).

Pengelompokan atau llasterisasi dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti. Menristekdikti mengatakan bahwa pengelompokan atau klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi.

Klasterisasi ini menyediakan landasan bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai perguruan tinggi di Indonesia. “Klasterisasi atau perankingan perguruan tinggi ini ke depan diharapkan dapat menjadikan perguruan tinggi Indonesia semakin berkualitas,” ujar Nasir seperti dilansir dari siaran pers Kemenristekdikti.Nasir mengatakan, saat ini telah ada tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia. Ketiga perguruan tinggi tersebut masuk dalam klaster 1 perguruan tinggi Indonesia. Nasir mendorong ketiga perguruan tinggi ini untuk bisa merangkak naik ke 200 besar. Sementara perguruan tinggi yang belum masuk pada rangking ini agar dapat terpacu untuk meningkatkan kualitasnya.

Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na’im, mengatakan bahwa pengumuman klasterisasi perguruan tinggi merupakan agenda tahunan dari Kemenristekdikti. Pemeringkatan perguruan tinggi telah dimulai sejak tahun 2015 sebagai upaya menjaga mutu dan kualitas perguruan tinggi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mutu perguruan tinggi yang ada di Indonesia. “Metode klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti memiliki perbedaan dengan metode yang digunakan beberapa lembaga pemeringkatan lain,” jelas Ainun.

Sementara itu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad, menambahkan bahwa perbedaan lain metode klasterisasi yang digunakan Kemenristekdikti adalah mengenai aspek persepsi masyarakat.

“Metode klasterisasi Kemristekdikti semuanya menggunakan data ril yang ada, tidak memasukkan persepsi masyarakat mengenai suatu perguruan tinggi,” terang Intan.

Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari empat komponen utama, yaitu kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan; serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Empat komponen utama ini tidak berbeda dengan komponen utama yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. NET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco