KLHK Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Lingkungan TNGGP

oleh

Pendaki Bandel Kudu Disanksi

CIANJUR, waktunews.com – Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, mengajak masyarakat Cianjur untuk bersatu menjaga lingkungan dan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terlebih kawasan tersebut merupakan episentrum penyuplai air utama bagi wilayah Cianjur, Bogor dan Sukabumi, karena memiliki potensi kandungan alam yang luar biasa terutama tanaman dan obat–obatan.

“Sudah menjadi kewajiban kita menyelamatkan hutan konservasi, tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersatu dan bermitra dengan siapapun baik atas nama kelompok, agamawan, gereja, pesantren, masjid dan kelompok pemuda. Intinya, semua komponen harus bersatu karena taman nasional ini memiliki kandungan obat yang bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan,”  ujarnya kepada wartawan usai menghadiri rapat bersama pegawai Balai Besar Taman Nasional Gude Pangrango.

‪Wiratno menekankan, tidak boleh lagi ada kasus di hutan apalagi yang merugikan bagi kelangsungan alam. Begitu pun bagi para komunitas pendaki yang masih tetap membandel membuang sampah sembarangan, harus diberikan sanksi blacklist dan tidak boleh lagi mendaki ketaman nasional.

‪”Dari berbagai tempat mereka yang seperi itu tidak lagi diperbolehkan untuk mendaki. Artinya biar mereka kapok. Nah ini perlu kerjasama para pegawai taman nasional baik di Gunung Gede, Merapi, Merbabu dan semua komunitas gunung harus bekerja sama. Identitas personal harus didata dan mereka yang seperti itu harus diberitahukan, para pendaki harus sadar akan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

‪Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kabupaten Cianjur, Adison, mengatakan dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-72, TNGGP bersama komponen masyarakat bersama-sama membersihkan jalur pendakian.

‪Berdasarkan temuan sampah yang berhasil dikumpulkan oleh para tim aksi bersih yang dilaksanakan pada 15–17 Agustus 2017 telah mencapai 912 kilogram sampah, yang berasal dari tiga jalur pintu masuk yaitu Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana.

‪Sebelumnya, Adison berpendapat sudah merencanakan rancagan peraturan tentang membawa plastik bagi para pendaki. Hal itu seiring dengan banyaknya sampah yang menumpuk di jalur pendakian.

‪“Aksi bersih-bersih ini merupakan kegiatan peringatan HUT RI ke-72. Kita bersama masyarakat bekerja sama membersihkan sampah yang ada dijalur pendakian bersama relawan volunteer, TNI, Polri dan komponen masyarakat lainnya,” kata dia.

‪Menurutnya, masih banyak PR bersama baik pemerintah ataupun masyarakat untuk ikut sadar tidak membawa sampah plastik saat melakukan pendakian terutama botol. Hal itu masih dirasakan sulit lantaran banyak menyangkut aspek lain.

‪”Dan kita juga masih sulit untuk melakukan larangan membawa botol plastik kepada para pendaki. Kemudian belum tersosialisasikan adanya ketidakbolehan larangan itu lantaran banyak pertimbangan dengan aspek lainnya,” ujarnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco