Laporan Dinkes Tak Sesuai DPA, Aroma Penyelewengan Semakin Kuat 

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur tidak tinggal diam menyikapi isu program obat dan perbekalan kesehatan (POPK) yang diduga fiktif. Dinkes memberikan klarifikasi atas laporan dugaan tersebut kepada Bupati Cianjur, H irvan Rivano Muchtar.

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar melalui Kabid Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas), Irvan Nur Fauzi menyampaikan, sesaat ramainya isu POPK tersebut pihaknya segera memberikan kalrifikasi kepada bupati. Dirinya memaparkan, isi dari surat yang diberikan itu di antaranya berisi nilai dari kegiatan POPK, serta tanggal pelaksanaannya.

“Kegiatan POPK memang belum kami laksanakan, dan akan segera kami laksanakan pada tahun ini. Adapun pada statemen sebelumnya yang menyebutkan sudah, itu kesalahan teknis dikarenakan miss komunikasi,” paparnya.

Selain itu, Irvan juga membantah jika nilai POPK sebesar Rp111 juta. Dirinya menyebutkan sesuai dengan surat yang terlampir di klarifikasi bahwa POPK tahun anggaran 2017 hanya sebesar Rp90 juta.

“Nilai kegiatannya tidak seperti yang disebutkan, tapi hanya Rp90 juta lebih,” ujarnya.

Kemudian kata Irvan, surat yang dilampirkan kepada bupati ini sengaja tidak dipublish ke media. Pasalnya hal itu dinilai laporan yang bersifat internal pemerintahan.

“Suratnya ditembuskan untuk bupati saja, tidak di media,” kata dia.

Di samping itu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC) Farid Sandy menanggapi, klarifikasi yang dibuat dinkes terkesan mengada-ngada. Terlebih soal nilai kegiatannya sendiri.

“Kok laporannya tidak sesuai dengan DPA ?. Padahal di sana sudah jelas tertera nilai anggaran Rp111juta,” timpalnya.

Menurut Farid, aroma penyelewengan anggaran semakin kuat terasa. Indikasi ini kata dia, harus terus ditelusuri hingga menemui titik terang.

“Belum lagi pada DPA dinkes dilampirkan ada biaya sewa gedung. Padahal sudah jelas presiden menyatakan jika instansi pemerintahan sudah dilarang melakukan kegiatan di berbayar seperti sewa gedung,” jelasnya.

Farid mengaku, jika pihaknya juga tidak akan tinggal diam menyikapi persoalan ini. Farid akan melaksanakan audiensi bersama dinkes guna membahas dan menelusuri program kegiatan yang diindikasikan bodong tersebut.

“Surat audiensi sudah kami layangkan ke dinkes. Rencananya mungkin senin (21/8) (hari ini, red) kami akan duduk bersama,” tandasnya. Eky Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco