Lomba di Cimanggu Penuh Gelak Tawa

oleh


KADUPANDAK, waktunews.com – Warga Kampung Cinangka Blok Cimanggu Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak terus mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan
Semua warga bergembira, bersukacita, dan penuh rasa gotong-royong yang masih tinggi.

Deni Heriyadi, salah satu panitia, menerangkan bahwa perayaan yang dilaksanakan adalah bagian dari implementasi rasa syukur tak terhingga atas kemerdekaan Indonesia. Tentunya yang diraih dengan darah dan air mata para pejuang dahulu.

“Sekalian kami tanamkan juga agar anak-anak di desa kami rasa nasionalisme,” katanya.

Menurutnya, walau sudah lewat dari tanggal 17 Agustus tapi perayaan lomba di kampung halamannya bisa berlangsung hingga seminggu kemudian.

“Kami melakukannya setelah berbagai pertandingan usai dilaksanakan pihak desa,” ucapnya.

Perlombaan yang disenggarakan, sambung Deni, terdiri dari permainan yang sudah biasa dilakukan. Seperti balap karung, balap kelereng, lomba joged, panjat pinang, dan paling heboh adalah saat perlombaan bapak-bapak minum susu melalui dot bayi.

Semua orang yang hadir tak kuat menahan tawa karena dilakukan dengan disertai para istrinya yang memperlakukan suaminya layaknya seorang balita. “Mang Umuh keluar sebagai juaranya,” ujarnya sambil menahan tawa.

Mengenai biaya, Deni menyatakan sama sekali tidak merasa khawatir. Hal itu karena masyarakat Desa Talagasari dengan sendirinya akan menyumbang. Walau tidak dipatok besarannya, tapi tidak pernah kekurangan.

Deni yang akrab disapa Abang ini juga memaparkan, kemeriahan Hari Kemerdekaan juga bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Mereka memanfaatkan peluang untuk berdagang dan meraih untung. Selain dari pedagang yang bisa berjualan sampai pedagang  dadakan tidak mau beralih tempat. “Pokoknya sampai seminggu lah,” katanya.

Dirinya berharap agar bukan hanya kemeriahan saja yang dirasakan oleh masyarakat dalam mengisi hari kemerdekaan. Tapi secara batiniah juga harus mampu merasakan dan menghargai kebebasan yang dihasilkan oleh para pejuang dahulu.

“Tak kurang rasa hormat dan takzim saya terhadap mereka baik yang sudah meninggal maupun kaum pejuang veteran yang masih ada. Saya mencium tangannya untuk itu,” pungkasnya dengan mata sedikit sembab. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco