Pagutan Jadi Percontohan Kampung  Sehat Warna-warni

oleh


CIANJUR, waktunews.com – Sebanyak 74 rumah kumuh di Kampung Pagutan Desa Sukakerta Kecamatan Cilaku disulap menjadi kampung sehat warna-warni. Ide peluncuran kampung sehat warna-warni itu berawal dari seorang dokter yang ingin mengubah kebiasaan masyarakat, daripada mengobati lebih baik mencegah penyakit muncul.

“Ide ini muncul karena ada gagasan lebih baik mencegah daripada mengobati. Kebetulan kampung ini sebelumnya dinilai kumuh, kami ubah dengan mengecat dan membangun serta menata,” kata dr Yusuf Nugraha, pencetus ide kampung sehat, Minggu (20/8).

Menurutnya, sejak ide ini tercetus maka konsep kampung sehat pun mulai diterapkan di masyarakat. Mulai dari edukasi promosi kesehatan, mendirikan tempat pengobatan gratis, dan pembinaan lingkungan tentang kesehatan. “Kami latih agar masyarakat bisa menjaga kesehatan. Kebetulan bersama dengan gabungan ustadz Cilaku kami juga membina dari sisi agamisnya,” katanya.

Dari sisi wirausaha, di kampung tersebut sudah ada potensi pohon melinjo yang melimpah. Tak heran jika banyak warga yang akhirnya mengembangkan usaha emping untuk industri rumahan. Jiwa wirausaha mulai ditanamkan kepada warga sekitar dengan bantuan keterampilan dan pemasaran agar produk emping dari Kampung Pagutan ini mulai dikenal masyarakat.

“Kami ingin warga di sini tak sulit memenuhi kebutuhan dan bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Pola pikir masyarakat kebanyakan masih menginginkan bekerja di pabrik dengan menjadi pegawai, mengubah pola pikir seperti itu memang tak mudah. Tapi kami terus berusaha sedikit demi sedikit merubahnya agar kampung ini berkembang,” jelasnya.

Menurutnya, setelah meresmikan kampung sehat pihaknya secara berkelanjutan akan rutin mengunjungi kampung tersebut minimal sebulan sekali. Hal senada disampaikan oleh rekan seprofesi, dr Yeni Nuraeni, yang juga turut aktif dalam kegiatan mewujudkan Kampung Pagutan menjadi kampung sehat. Ia sebelumnya sempat meragukan apa yang direncanakan oleh dr Yusuf. Namun melihat keseriusan dan langkah yang telah dilakukan ia pun turut andil mendukung.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang meresmikan kampung tersebut mengatakan bahwa perubahan Kampung Pagutan dari kumuh menjadi kampung sehat bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya yang berada di Cianjur.
“Tentu ini menjadi hal yang menggembirakan, kami dukung dan semoga kampung lain menjadi terpancing dan mencontoh apa yang diterapkan di kampung ini,” sebutnya.

Kepala Desa Sukakerta, Rudi Hadiansyah, mengatakan bahwa ada 74 rumah yang dihuni oleh 240 warga di Kampung Pagutan. Pihaknya membenarkan jika kampung tersebut memang dikembangkan menjadi kampung wirausaha emping.

“Kampung ini cukup strategis dimana kami di sini juga sudah mengetahui bahwa kampung ini memproduksi emping. Semoga setelah menjadi kampung sehat, nama desa kami bisa terangkat,” tandasnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco