Pemkab Janji Akan Menata TMP

oleh


CIANJUR, waktunews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berjanji akan menata setiap Taman Makam Pahlawan (TMP). Selain itu juga akan menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi generasi muda terkait perjuangan para pahlawan.
Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, sebagai generasi muda sudah seharusnya menghargai jasa para pahlawan. Baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal dunia.
“Kita bisa meraih kemerdekaan berkat perjuangan mereka,” ucap dia.
Herman mengatakan, para veteran perang sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan pada saat sidang paripurna istimewa pidato kenegaraan, mereka diundang secara khusus dan diberi uang “kadeudeuh” dari Pemkab Cianjur.
“Atas kesadaran semua pihak, kami undang mereka dan kami memeberikan dana kadeudeuh sebagai bentuk ucapan terimakasih terhadap mereka, orang tua kita yang telahmemperjuangkan kemerdakaan Indonesia. Berkat mereka kita bisa menikmati kemerdekaan seperti ini,” kata dia.
Dia menambahkan, pemkab akan menataTMP dimulai dengan yang ada di pusat kota yakni TMP Sirnalaya yang ada di Jalan Siliwangi. Nantinya trotoar di depan TMP akan ditata dan dipercantik dengan lampu khas. Kemudian penataan akan dilanjutkan ke TMP yang ada di sejumlah Kecamatan.
“Targetnya di bulan Agustus tahun depan semua TMP di Kabupaten Cianjur sudah tertata dengan rapih,” tambahnya
Di pihak lain, Pengurus Komunitas Sejarah D’Brings Cianjur,  Hendi Jo, menyayangkan kondisi TMP di Puncak Bungah Gunung Cadas Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur. Kondisinya semakin tidak terawat. Bahkan saat ini kondisi makam tersebut sudah banyak yang rusak dan tertutup rumput liar.
“Katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Tapi melihat situasi seperti ini, kita terlihat jika kita bukan bangsa yang besar,” ucap dia.
Untuk diketahui, makam tersebut dibuat atas terjadinya  peristiwa Takokak pada tahun 1947–1949, saat Belanda kembali menyerbu Indonesia lantaran tidak mengakui kemerdekaan bangsa ini.
Area yang sunyi dan sulit terjangkau membuat tempat tersebut menjadi area eksekusi pejuang dan tokoh intelektual. Satu per satu mereka dibawa menggunakan truk, setelah itu mereka dipaksa berjalan menyusuri hutan Gunung Cadas untuk menjemput kematian. Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco