Zulkifli dan Amien Rais Hadiri Rakernas PAN di Bandung

oleh
Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan pidato politiknya dalam pembukaan Rakernas PAN di Jakarta, Rabu (6/5). Dalam acara itu juga dilantik Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Periode 2015-2020.

BANDUNG, waktunews.com – Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 yang dilaksanakan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung pada 21-23 Agustus.

Dalam Rakernas ini turut hadir Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan,  Sekjen PAN Eddy Soeparno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor Bima Arya, serta beberapa kepala daerah lainnya.

Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan Rakernas kali ini akan membahas mengenai persiapan partai dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 serta Pilpres 2019.

“Jadi dua agenda besar itu akan kita bahas. Di tambah juga ada agenda-agenda yang sifatnya peningkatan kapasitas dari pada pengurus dan kader-kader kita,” ujar Eddy saat ditemui di Hotel Asrilia, Senin.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan Rakernas ini pun untuk memperkuat konsolidasi antar kader-kader di seluruh Indonesia agar memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun bangsa.  “PAN akan berdiri tegak untuk menjahit Merah-Putih yang sekarang ini agak terkoyak. Kita akan rajut dan jahit kembali,” kata dia.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menambahkan, tahun 2017 ini, Indonesia memperingati 72 tahun Indonesia merdeka, dan telah menjalani 19 tahun reformasi.

Ditengah perayaan 72 tahun kemerdekaan, kata dia, Indonesia dikepung oleh banyak kesalah pahaman yang sangat serius, yakni adanya anggapan bahwa beragama berarti menjauh dari berbangsa.  “Dan tunduk pada ajaran agama dipandang sebagai tak bersetia pada paham kebangsaan, dan menjadi pemeluk agama yang taat pun dinilai sebagai berkhianat terhadap prinsip ber-Indonesia,” kata Zulkifli dalam pidato Rapat Kerja Nasional III.

Padahal kata Zulhas, Indonesia memiliki paham kebangsaan dan keagamaan yang saling menopang dan menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik. “Bahkan, dikalangan umat Islam di negeri tercinta ini tegak sebuah prinsip yang disampaikan salah satu pendiri Nahdhatul Ulama KH Hasyim Azhari yaitu mencintai tanah air adalah bagian dari iman,” terangnya.

Oleh karena itu, bagi umat Islam di Indonesia, beragama adalah pangkal berbangsa, dalam setiap kehidupannya. “Begitupun bagi pemeluk agama katolik, protestan, hindu, budha, dan yang lainnya,” tandasnya.  Kusnadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco