Disebabkan Faktor Ekonomi Berujung KDRT, Gugatan Cerai Naik 20 Persen

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Angka perceraian di Kabupaten Cianjur setiap tahunnya mengalami peningkatan. Satu di antara penyebabnya adalah faktor ekonomi yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Humas Pengadilan Agama (PA) Cianjur, Atin Dariah, mengatakan pada periode Januari hingga Juli 2017 gugatan cerai yang masuk ke mencapai 6.000 perkara. Sebagian besar terjadinya gugatan itu karena faktor ekonomi yang berujung tejadinya KDRT.
Dari jumlah perkara yang diterima itu, sebanyak 2.500 perkara sudah dikabulkan pihak PA Cianjur. “Dari jumlah tersebut, sebagian besar penggugat merupakan pihak perempuan dengan usia antara 25 tahun hingga 40 tahun. Faktor ekonomi menjadi pemyebab gugatan, sekitar 2.500 gugatan yang telah dikabulkan,” jelas Atin saat ditemui wartawan, belum lama ini.
Atin mengatakan, jumlah pemohon gugatan cerai itu mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. “Cukup fantastis sebab kenaikannya tinggi. Padahal ini baru memasuki tengah tahun,” katanya.
Ia menambahkan, PA Cianjur menyediakan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) bagi pemohon yang membutuhkan bantuan atau pendampingan kusasa hukum dalam memproses perkaranya. “Ini (Posbakum, red) merupakan layanan yang diberikan untuk mendapatkan pendampingan,” katanya
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, mengatakan, meningkatnya jumlah gugatan cerai di PA Cianjur berdampak juga pada tingginya masyarakat yang melakukan perubahan status perkawinan dalam data Kartu Kelurga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP).
Ginanjar menuturkan, pihaknya sering menemukan adanya pemohon perubahan status perkawinan tanpa dilengkapi dengan akta cerai dari PA. “Jumlahnya meningkat juga, untuk pemohon yang tidak dilengkapi dengan akta cerai tentunya tidak akan kami layani,” ungkap Ginanjar.
Ginanjar mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PA Cianjur untuk mengetahui kendala yang menyebabkan masih adanya masyarakat yang tidak memiliki akta perceraian. “Jelas penting, sebab ini merupakan dokumen kependudukan yang sangat penting bagi masyarakat,” tandasnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco