Sekda Maju Pilkada Harus Mundur Dari Jabatannya

oleh

BANDUNG, waktunews.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para Sekretaris Daerah (sekda) di Indonesia untuk mundur dari jabatannya bila ingin maju di ajang Pilkada.

Menurut Tjahyo, siapapun orangnya termasuk juga Sekda mempunyai hak politik yang sama tetapi tetap harus mengikuti aturan dan prosedur yang ada.  “Ingin mencalonkan diri boleh saja, tetapi sesuai aturan, bila Sekda yang notabene Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mundur dari jabatannya,” kata Tjahyo di Bandung, Selasa(22/8).

Ia menegaskan, Sekda yang berniat mencalonkan diri di ajang Pilkada mestinya harus mundur saat sudah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum.

Meski demikian, kepala daerah baik gubernur maupun wali kota bisa mengajukan rekomendasi penggantian sekda kepada Kementrian Dalam Negeri apabila roda pemerintahan menjadi terganggu. “Ada 6 sekda yang diganti, bisa atas usulan kepala daerahnya, saya sudah lapor pak Presiden. Tidak masalah, tidak harus lima tahun jabatan,” katanya.

Tjahyo menambahkan, penekanan tersebut dilakukan agar etika politik keduanya dihormati mengingat kampanye politik gencar dilakukan meski pendaftaran di KPU belum diberlakukan.

 Ia mengaku tidak yakin jika sekda bisa membagi waktu antara tugas pemerintahan dan tugas politik.

“Sibuk mencari jabatan politis nanti tatakelola pemerintahan terbengkalai. Apalagi ada kaitannya juga dengan penggunaan APBD, harus mundur lah,” tandasnya. (Kusnadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco