Polsek Karangtengah Tewak Dua Pemuda Asal Aceh, Puluhan Ribu Obat Terlarang Diamankan

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Sebanyak 20 ribu butir pil jenis tramadol dan riklona berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Karangtengah dari dua pengedar yang berasal dari Aceh. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai hasil penjualan obat-obatan terlarang.

Kedua pelaku itu diketahui sudah berjualan pil tersebut di Cianjur sejak tiga bulan lalu. Masing masing bernama Zainubar dan Muyashir yang merupakan pemuda asal Aceh. Mereka ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari warga yang mencurigai gerak-gerik keduanya, di sebuah toko kosmetik di Desa Sukataris Kecamatan karangtengah.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi langsung membekuk kedua pelaku dan juga menyita 2.000 lembar kemasan obat berisi 20 ribu butir pil tramadol h-c-i, dan 17 lembar kemasan obat berisi 170 butir pil jenis riklona.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, mengatakan bahwa kedua pelaku menjual obat tersebut secara sembunyi-sembunyi, dengan harga kisaran Rp 40 ribu per butir untuk jenis obat riklona. Sedangkan untuk jenis obat tramadol dijual Rp 30 ribu per lembar, yang berisi sepuluh buti. Pihaknya akan melakuan pengembangan atas kasus ini. “Tidak menutup kemungkinan ini adalah sindikat penjualan obat-obatan terlarang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari hasil pengeledahan di rumah kontrakan pelaku, pihaknya menyita puluhan ribu butir pil berjenis tramadol dan riklona yang mengandung psikotropika dan dilarang untuk diperjualbelikan secara bebas.
Keduanya pun terancam mendekam di penjara hingga 10 tahun.

“Kedua pelaku ini dikenai pasal nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman 10 tahun penjara.”ujarnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco