Dianggap Kurang Loyal dan Berbau Politik, Mahasiswa Stikes tolak Dipimpin Iwan

oleh

SUKABUMI, waktunews.com – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kota Sukabumi Jurusan keperawatan,  di Jalan Kramat, kelurahan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, berunjukrasa. Unjukrasa ini dipicu akibat mahasiswa Menolak terpilihnya Iwan Permana sebagai ketua STIKES Kota Sukabumi periode 2017-2020.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai terpilihnya Iwan Permana sebagai Ketua STIKES Kota Sukabumi dipandang tidak layak. Pasalnya, selama 4 tahun menjabat sebagai pimpinan Prodi STIKES, sama sekali tidak ada kemajuan untuk kampus. Malah diduga ada unsur politiknya dengan terpilihnya Iwan.

Oleh karena itu, Pihak Senat Kemahasiswaan mempertimbangkan terpilihnya Iwan Permana sebagai Kepala STIKES. Karena melihat sepak terjangnya Iwan dimata mahasiswa tidak ada prestasi sama sekali. Malah Iwan tidak loyal kepada mahasiswa untuk memimpin sekolah kesehatan milik pemerintah kota tersebut.
Sedangkan sebagai Kepala Prodi 2 bulan belakang ini, kampus ini hampir ditutup dan pihak staf yayasan tidak transfaransi. “Kampus kami tadinya mau ditutup, itu karena mahasiswa peminat jurusan tersbeut sedikit,” kilah Dian Permana (21), selaku Gubernur Kemahasiswaan STIKES, Kota Sukabumi.

Para mahasiswa ini menduga kuat adanya intimidasi terhadap mahasiswa yang dilakukan oleh oknum dosen, terkait penolakan terpilihnya Iwan Pernama, baru baru ini. Bila mahaiswa yang ikut demo maka skripsinya akan ditangguhkan. Bahkan Iwan Permana pernah berkata saat dipertanyakan kondisi yayasan, iya dengan santainya berkata “Tenang saja, saya dosen PNS, saya tinggal pindah dan cari pekerjaan lain,” ujarnya menirukan Iwan.

Dian mempertanyakan posisi Iwan, bila nanti jadi dilantik maka, mau dikemanakan kampus tersebut. “Kami sebagai mahasiswa, menolak Iwan Permana selaku ketua STIKES Kota Sukabumi, bila dia dilantik, yayasan ini kedepannya bagaiamana,” ujarnya.

Adanya unsur politis dalam pemilihan ketua yang dilontarkan oleh mahasiswa, ditepis Walikota Sukabumi, Moh. Muraz. Muraz mentakan pemilihan Ketua STIKES sama sekali tidak ada unsur politis, setiap pemilihan semua harus dilibatkan sesuai mekanisme. “Jadi pemilihan ketua tidak boleh ada politis,” tegasnya.

Hal ini juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zen, pihaknya mengatakan siap disumpah di atas AlQur’an bila pemilihan Ketua STIKES adanya campur tangan dan upaya rekayasa. “Bila ada dosen lakukan intimidasi terhadap mahasiswa, saya akan pecat,” ujar Hanafie selaku Ketua Pembina Yayasan STIKES kota Sukabumi. Ikbal Achmad.
=======999====

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco