Diduga Menggasab Hak Orang Miskin, Warga Laporkan Kades Bunisari ke Kejari

oleh

AGRABINTA, waktunews.com – Perwakilan masyarakat di Desa Bunisari, Kecamatan Agrabinta, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, kemarin. Mereka menyerahkan laporan berkas dugaan beberapa penyalahgunaan anggaran yang dilakukan Kepala Desa Bunisari.

Tiga orang perwakilan dari Desa Bunisari tersebut, langsung mendatangi Kejari dan menyerahkan sejumlah laporan dugaan penyelewangan Kades Bunisari, yakni Cecep, alias Sugandi alias Yusup, H. Dalam amplop coklat sejumlah berkas dugaan penyelewangan tersebut, sejumlah kesalahan fatal dalam pengelolaan bantuan keuangan langsung diterima pihak Kejari.

Berdasarkan informasi, beberapa laporan dugaan penyelewengan tersebut, di antaranya bantuan untuk dugaan penggelapan dana hibah dari UPK Kecamatan Agrabin bagi 13 warga masyarakat tidak mampu yang masuk dalam katagori pada anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 2. 850. 000 dan Rp. 2. 600. 000 untuk anggaran tahun 2017.

Selain itu, dana bantuan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) anggaran 2016 sendiri tercatat dengan nomor kwitansi 466.2-ks/02/03/2016 sebesar Rp. 2. 850.000 tercairkan pada tanggal 7 Maret 2016 dengan pelaku yang menyerahkan adalah Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) atasnama Adin Sunardi dan yang menerima adalah Kasi Kesra Desa Bunisari atasnama Cep Gun Gun. Hal itu atas sepengetahuan Kades Bunisari atas nama Sugandi sendiri. Sedangkan untuk dana hibah RTM tahun 2017 hanya berupa bukti kwitansi penerimaan dari BKAD Kecamatan Agrabinta pada tanggal 12 Juni 2017.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Bunisari Jumyati (56), Kasi Kesra sebagai penerima dana hibah RTM atasnama Cep Gungun tersebut hanya menandatanginya. Sedangkan uangnya sendiri dikuasai oleh Kades Sugandi.

“Celakanya, dana bantuan untuk RTM itu tidak diberikan pada masyarakat yang sudah tercatat sebanyak 13 orang itu,” katanya.

Jumyati yang asalnya mendukung sang Kades saat masih dalam masa pencalonan, merasa kecewa prilaku Sugandi yang dinilainya keluar dari kesepakatan awal akan memimpin dengan penuh rasa tanggung jawab serta kejujuran.

“Dana Hibah RTM ini hanya salah satu masalah saja. Saya angkat karena ada hak dari si miskin yang tidak sampai. Terlepas dari besar atau kecilnya nilai bantuan itu,” ucapnya.

Hingga pada akhirnya, lanjut dia, ke 13 masyarakat yang seharusnya menerima dana bantuan RTM membuat surat pernyataan tidak pernah menerimanya pada tanggal 13 Maret 2017 lalu. Jumyati merasa sedih, karena banyaknya ketidak beresan pada prilaku Kades Sugandi, alias Cecep alias Yusup, H pada pengelolaan keuangan Desa Bunisari, dirinya yang menyodorkan dan langsung menjadi saksi kontrak politik saat Pilkades 2013 lalu menuntutnya untuk segera mengundurkan diri.

“Saya melakukan semua ini karena merasa beban moral ada pada saya. Dan juga atas desakan masyarakat Desa Bunisari sendiri. Sehingga, saya bersama warga meminta agar Kades Bunisari untuk mundur dari jabatannya, dan juga diproses secara hukum,” paparnya.

Salah seorang Ketua RT di Kampung Cipunaga, Desa Bunisari, Empah juga menerangkan, masih banyak kasus dugaan penyewengan pada pengelolaan dana lainnya di Desa Bunisari. Hal ini, kata dia, karena Kades Sugandi sendiri enggan menepati janji politiknya untuk berlaku jujur dalam memimpin sebagai Kades.

Untuk segala persoalan itu, Empah sudah melakukan pelaporan baik terhadap Camat, Inspektorat Daerah, Kepolisian dan Kejaksaan Negri Cianjur. “Sekali lagi, saya buka yang dana hibah RTM ini karena ada hak orang miskin yang tidak sampai,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Bunisari, Sugandi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak merespon. Bahkan, melalui pesan singkat pun tak member jawaban. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco