Dewan: Pelanggan Listrik Harus Diberikan Servis yang Baik

oleh

SUKARESMI, waktunews.com – Anggota Komisi VII DPR RI, H Joko Purwanto, meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari pusat sampai ke rayon bisa menginformasikan pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA kepada masyarakat, yang masuk dalam kategori mampu dilakukan dalam tiga tahap dimulai Januari 2017. Selain itu juga mengenai kenaikan tarif listrik tahap kedua dan ketiga yang berlangsung pada Maret dan Mei 2017.

Ia mengatakan, sejak 1 Mei 2017 kemarin masyarakat pelanggan listrik golongan 900 VA yang termasuk golongan mampu, harus merogoh kantong lebih di bulan ini. Tarif listrik golongan yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) ini naik drastis. Namun PLN dinilai masih belum menyosialisasikan secara optimal, sehingga masyarakat merasa dirugikan.

“Sebelum subsidi dihapuskan, 19 juta pelanggan mampu 900 VA tersebut hanya membayar listrik per bulan Rp 80 ribu. Sedangkan sekarang jadi Rp 170 ribu. Kenaikan tersebut sampai saat ini masih kita kritisi sebab PLN dalam pendataan dan sosialisasi terhadap masyarakat masih kurang,” ungkapnya.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan dari pemerintah, alokasi subsidi nantinya akan digunakan untuk elektrifikasi di daerah-daerah yang belum mendapatkan listrik.

“Tujuan pemerintah memang cukup progrs, sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun hal itu perlu kesepemahaman antara masyarakat dan pemerintah, sehingga tidak ada ketimpangan info,” paparnya.

Ia berharap, PLN pusat maupun daerah harus bertanggungjawab dengan melakukan sosialisasi, sehingga kehawatiran yang terjadi di masyarakat dapat diantispasi dengan baik dan tidak menjadi permasalahan kompleks.

“Bagian tanggungjawab dan tugas PLN. Untuk memberikan info terkait yang harus diketahui oleh masyarakat dan masyarakat selaku pelanggan listrik harus diberikan servis yang baik,” harapnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco