Cabuli Belasan Anak SD, Oknum Guru Olahraga Diciduk

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dunia pendidikan kembali tercoreng, setelah Satreskrim Polres Cianjur, mengamankan EK (48) salah seorang Guru olahraga, di SDN Bojong 1, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah. Diduga, pelaku melakukan pencabulan terhadap belasanan anak didiknya.

Berdasarkan keterangan, penangkapan terhadap EK dilakukan setelah sejumlah orang tua siswa yang juga korban melakukan pelaporan atas apa yang dilakukan pelaku. Dalam laporan tersebut, para orang tua mengaku bahwa anaknya mengalami pelecehan seksual oleh salah satu gurunya.

Setelah mendapatkan sejumlah laporan tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan di kediaman pelaku. Bahkan, pelaku tidak melakukan perlawanan. “Tak ada perlawanan pada saat tersangka diamankan, dan tersangka juga koperatif,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, dalam ekspose kasus di Mapolres Cianjur.

Berdasarkan Pengakuan tersangka, kata Benny, kejadian yang mencoreng dunia pendidikan itu tejadi, Senin (31/7/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi bejat yang dilakukan oknum guru yang telah memiliki dua cucu itu, terjadi dilingkungan sekolah dan pada saat jam pelajaran berlangsung. Bahkan, tersangka sudah menjalankan aksi bejatnya itu terhadap belasan anak didiknya.

“Modusnya saat mengajar muridnya olahraga atletik, tersangka meraba bagian payudara dan organ intim para siswa perempuannya. Hampir 17 anak yang menjadi korbannya,” kata Benny.

Saat diperiksa, lanjut Benny, tersangka masih mengelak dan berdalih apa yang dilakukannya itu adalah bagian dari  mengajar atletik bagi para siswanya. Namun, pihak kepolisian tak mau percaya begitu saja dengan segala ucapan tersangka .

“Bahkan tersangka masih mengelak bahwa ia hanya mengajar atletik yang membetulkan posisi murid yang salah. Namun kami (pihak kepolisian) sudah mengantongi hasil visum dari para korban,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, kata Benny, tersangka dikenai pasal pencabulan terhadap anak. Dan Kini, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuataanya di mata hukum. “Tersangka dikenai Pasal 82 Undang-Undang RI no 17/2016 tentang perubahan kedua UU RI no 23/2002 dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun,” tegasnya.

Sementara itu, EK yang sudah di amankan pihak kepolisian tidak berkomentar sedikitpun terkait apa yang diperbuatnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco