Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Optimis Lama Sekolah Meningkat

oleh
OPTIMIS : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Cianjur, Cecep Sobandi foto bersama dengan penilik, pengurus forum PKBM seusai memperingati Hari Aksara Internasional (HAI), di Kabupaten Kuningan, Jumat (Jumat (8/9). FOTO : DOK/HARIAN WAKTU

Peringati HAI di Kuningan, Disdik Kirimkan 60 Peserta

CIANJUR, waktunews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur akan terus berupaya untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas dengan memperkecil angka putus sekolah dan meningkatkan angka melanjutkan antarjenjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Cecep Sobandi  menyampaikan, cara paling efektif untuk menaikkan rata-rata lama sekolah bukan menyekolahkan kembali penduduk yang telah berusia 40 tahun, tetapi berupaya  agar tidak ada peserta didik yang putus sekolah.

“Jangan sampai ada anak putus sekolah dan tidak melanjutkan. Kita dorong terus mereka untuk sekolah,” kata Cecep seusai mengikuti Hari Aksara Internasional (HAI), yang dilaksanakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  di Kabupaten Kuningan Jumat (8/9).

Cecep mengakui, saat ini rata-rata lama sekolah (RLS) Cianjur masih rendah. Ini  mengindikasikan belum banyaknya masyarakat yang mengenyam pendidikan secara maksimal. Dengan kata lain, masyarakat  belum menamatkan pendidikan pada kelas I jenjang menengah pertama. “Meski begitu, pihaknya optimis tiap tahun RLS akan terus meningkat, melalui berbagi program yang terus dilaksanakan dinas pendidikan dan kebudayaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid), Paudni-Po, Muchammad Rohman menuturkan, saat ini  ada sekitar 95 lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM ini menyelenggarakan kegiatan pembelajaran siswa paket A/SD, B/SMP dan C/SMA. “Kalau melihat RTS saat ini memang masih rendah, tetapi tahun ini pasti ada peningkatan karena PKBM terus bergerak untuk meningkatkan RTS,” tuturnya.

Rochman mengakui, tahun ini sejumlah PKBM  akan di akreditasi. Ini menandakan, kata Rochman ada peningkatkan dalam kualitas dan kuantitas pendidikan di Cianjur. “Tahun-tahun yang lalu, PKBM belum ada yang terakreditasi, sementara alhamdulillah sejumlah PKBM akan diakreditasi. Kami optimis tahun ini RTS akan mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Sementara itu, pada bagian yang sama, hari HAI di Kuningan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur menghadiri acara HAI. Sekitar 60 orang peserta. Jumlah itu dari mulai pejabat disdik, penilik, pengurus FK-PKBM dan lainnya. Deni Abdul Kholik 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco