Kades KBB Buron, Usai Cabuli Gadis Cianjur

oleh

CIANJUR – Polsek Bojongpicung bersama jajaran Polres Cianjur tengah memburu keberadaan seorang kepala desa (kades) dari Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kades tersebut menjadi buronan usai kedapatan menggagahi enam anak gadis asal Cianjur yang di antaranya di bawah umur.

Adapun identitas dugaan korban pelecehan seksual pejabat publik ini, LH (13), YT (13), FY (18), MA (15), SW (10) dan TS (16). Dari keenam korban, sejak Sabtu (13/5) 2017 ini baru dua orangtua korban yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Bojongpicung. Kasus ini juga sudah dilimpahkan sekaligus ditangani langsung Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH PERADI) Kabupaten Cianjur atas dugaan tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak masih di bawah umur.

Menurut pengakuan salah satu orangtua korban, Obir (45), ayah dari SW (10), sebenarnya peristiwa sudah diketahuinya sejak lama. Disinyalir sang kades melakukan aksi bejatnya di Kampung Sipon, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi.

“Saya udah ngintip dari akhir 2016 lalu. Tapi baru terbukti Mei 2017 lalu, dan saya laporkan juga bulan itu. Dua korban sudah lapor ke polisi dan sisanya belum laporan. Intinya, saya minta pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Obir mejelaskan, awal kejadian itu bermula saat teman anaknya menawarkan kreditan baju. Ternyata setelah terungkap diketahui niatannya jahat, yaitu hendak mengenalkan beberapa gadis ke hidung belang. Dia menambahkan, berdaserkan cerita dan pengakuan beberapa korban, sebelumnya dibujuk dan diajak main ke daerah Rajamandala, Bandung Barat lalu setelah itu dibawa ke salah satu hotel.

“Waktu itu saat di dalam kamar hotel korban dipaksa memenuhi permintaan si Kades untuk berhubungan layaknya suami isteri. Istilahnya ada dugaan dijual oleh dua teman anak saya, soalnya setelah itu, si teman korban diberikan uang oleh pelaku. Sebetulnya dikasih duit Rp2 juta. Namun, setelah dikasihkan sama dua korban hanya sekitar Rp600 ribu saja,” jelasnya.

Kuasa hukum dua korban, RHA Muyadi menuturkan, permaslahan ini sudah dilimpahkan dan akan terus didampingi sampai tuntas. Keterangan dari pihak kepolisian, pelaku yang diketahui berinisial MN masih masuk ke dalam daftar pencarian orang.

 “Kami minta aparat kepolisian cepat tanggap dan minta pelaku segera ditangkap, jangan sampai terjadi pada gadis lainnya. Sebab ini sudah jelas kejahatan jangan sampai dibiarkan terhadap anak masih di bawah umur,” tuturnya.

Sementara, Kapolsek Bojongpicung, AKP Ajat Sudrajat menjelaskan, kasus ini sedang ditangani karena ini menyangkut soal tindak pidana eksploitasi seksual anak masih di bawah umur. Pihaknya sudah mengamankan salah satu dan berkasnya sudah masuk kejaksaan.

 “Kita tidak akan gegabah dan semua itu perlu ada bukti otentik dari beberapa saksi harus jelas. Salah satu oknum kades kini masih DPO dan akan terus dilakukan pencarian lebih lanjut,” terangnya.

Ajat menegaskan, ada beberapa oknum yang mencari keuntungan dari kasus ini. Dia meminta semua pihak membantu aparat kepolisian untuk membantu agar pelaku bisa segera ditangkap. “Saya tidak akan main-main dalam mengungkap kasus ini,” tandasnya. Eky Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco