Vaksin MR di Cianjur Diprediksi Tak Mencapai Target

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Kampanye imunisasi vaksin Measles Campak – Rubella (MR) tahun 2017 di Cianjur, dinilai tak mencapai target yang sudah ditentukan, yakni 95% dari total jumlah peserta di Cianjur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur sebagai pelaksana kegiatan beralasan, hal ini dikarenakan hambatan jangkauan lokasi dari kader Pos Pin.

Vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus measles (campak) dan rubella (campak jerman). Sementara, pencapaian yang diperoleh pertanggal 11 September kemarin baru sebatas dikisaran 70%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang juga Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur, Agus Haris menyatakan, target 95% masih bisa diperjuangkan karena waktu yang tersisa masih banyak, yakni sampai tanggal 30 Sepember 2017 mendatang. “Dinkes akan berjuang untuk mencapai target tadi,” katanya.

Agus memaparkan, sasaran dari imunisasi Vaksin MR sendiri adalah jumlah anak usia 9 Bulan sampai 12 tahun. Di Kabupaten Cianjur jumlah anak di kisaran angka 616 ribu lebih.

Jumlah tersebut bukan saja untuk anak balita atau anak yang sudah bersekolah, namun anak jalanan yang  belum terjamah vaksin imunisasi MR.  “Sisa sasaran ini kebanyakan memang berada dilokasi pelosok – pelosok desa,” tambahnya.

Menurutnya, persentase keberhasilan Cianjur dalam imunisasi vaksin MR yang 70% itu berada ditengah kabupaten lain. Kota Sikabumi sudah berhasil mencapai target karena jangkauan sasaran yang jauh lebih mudah. Sedangkan Kabupaten Sukabumi justru dibawah pencapaian Cianjur yaitu diangka 58%. “Kendalanya sama, yaitu faktor sulitnya medan,” ucapnya.

Kedepan, lanjut dia, Dinkes Cianjur akan melakukan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengejar target yang sudah ditentukan. PMI dilibatkan berpungsi sebagai tim penyisir sisa – sisa sasaran yang belum tervaksin.

 “Bahkan bisa saja PMI akan melaksanakan imunisasi vaksin diwilayah paling jauh dari jangkauan para kader,” ujarnya.

Disinggung minimnya dana transfortasi atau uang jalan bagi para kader, Agus merasa tidak bisa berbuat apa – apa. Hal ini karena segala pendanaan para kader bukan oleh pihak Dinkes Cianjur, melainkan  Bupati Cianjur. Bahkan kalau kader mengikuti berbagai pelatihan, biayanya langsung dari Kementrian Kesehatan RI.  “Kalau tidak salah sebesar 100 ribu per bulan. Kita memang benar – benar angkat tangan soal ini,” tukasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco