Korban Laporkan Akun Facebook Bernama Maha Dewa ke Polisi, Jual HP Malah Dibayar Uang Palsu

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Nasib sial dialami Andri Saripudin, warga Jalan Gatot Mangkupraja Desa Nagrak Kecamatan Cianjur. Pria berusia 24 tahun itu harus merelakan HP miliknya yang dijual namun malah dibayar dengan uang palsu.

Kejadian itu bermula ketika Andri memposting HP Asus miliknya di beberapa grup jual beli di facebook. Tidak lama kemudian, postingannya itu ditanggapi dan dikomentari oleh anggota group yang merasa tertarik. Salah satunya akun facebook atas nama Maha Dewa yang menipunya.

“Salah satu yang komen adalah pelaku itu, pakai akun atasnama Maha Dewa,” katanya
Usai berkomentar, terjadilah percakapan antara Andri dan si pelaku melalui pesan. Lalu terjadilah proses tawar-menawar. Sesudah ada kecocokan soal harga, pelaku lalu mengajak janjian untuk bertemu di sekitaran Pasar Muka atau Ramayana.

“Setelah saya sudah berada di Ramayana si pelaku meminta saya turun ke arah Sadewata depan Asrama Haji, dengan alasan dirinya tidak ada kendaraan,” terangnya.

Setelah sampai di depan Asrama Haji, tambahnya, benar saja si pelaku jalan kaki keluar dari dalam gang berdua dengan temannya. Setelah keduanua salaman, lalu diserahkanlah HP yang diposting itu untuk dicek terlebih dahulu supaya sama-sama enak transaksinya.

”Tapi HP nya tidak dicek sama sekali. Saya tidak menaruh curiga, karena alasan dia buat istrinya dan sudah terlalu malam,” papar Andri.

Tak lama kemudan terjadilah transaksi dengan harga Rp 900 ribu yang diterimanya dari tangan si pelaku. Dirinya tidak curiga sama sekali bahwa yang diterimanya adalah sejumlah uang palsu. ”Keadaan saat itu di sana memang gelap, Kang,” ucapnya.

Barulah Andri menyadari bahwa uang tersebut palsu saat membeli rokok di sebuah mini market yang dekat dari lokasi janjian. Salah satu pegawai di sana menolak uang pembayarannya dan bilang bahwa uang Rp 100 ribu miliknya palsu.
“Lalu saya minta untuk dicek semua uang yang diberikan si pelaku kepada pegawai mini market itu. Hasilnya adalah semua uang yang Rp 900 ribu tersebut palsu semua,” tambahnya.

Dirinya merasa sedih, marah, dan bingung karena uang Rp 900 ribu bukan lah jumlah yang sedikit. Dia pun melaporkan kasus itu pada Kepolisian Resor Cianjur dan berharap si pelaku yang memakai akun facebook atasnama Maha Dewa, beserta dengan temannya bisa segera ditangkap dan diadili.

“Cukup saya yang jadi korban. Tidak boleh ada orang lain yang mengalaminya lagi,” tukasnya.
Sementara itu, anggota group jual beli HP lain atasnama Fahira Saputra, justru mengaku dalam komentarnya mengalami nasib serupa. Padahal dirinya asli tinggal di darah Sadewata.

Fahira meyakini akun atasnama Maha Dewa adalah akun palsu dan jelas–jelas bukan orang Sadewata. Menurutnya, kalau memang si pelaku berdomisili di Sadewata pasti dirinya akan mengenalnya.

“Saat ketemu sama saya dia ngakunya orang Cikalong, Kang,” ungkapnya berkomentar di postingan Andri.
Sedangkan dua Admin Group Facebook Jual Beli HP, Hendra dan Arip Ariesta, menyatakan sudah memperingatkan para anggota untuk transaksi dengan cara aman, yakni bertemunya di rumah si penjual. Bukannya di pinggir jalan atau tempat –yang asing.

Menurt Hendra, sudah berkali–kali dirinya membuat peringatan tersebut agar anggota groupnya terhindar dari praktek kejahatan yang sering terjadi.

“tapi tetap saja, masih saja yang banyak menyalahkan admin,” gerutunya.

Sedangkan Arip Ariesta menekankan bahwa pentingnya agar si penjual dan calon pembeli menyertakan juga identitas diri berupa postingan KTP atau SIM, dalam proses berjual beli agar jelas walaupun pakai akun palsu.
“Tetap berhati–hati saja dalam setiap transaksi,” terangnya.

Hendra dan Arip Ariesta mengaku mendukung langkah korban yang melaporkan kasus penipuan jual beli yang memakai uang palsu ke pihak Polres Cianjur. Lalu mendoakan agar si pelaku supaya cepat ditangkap, diproses dan diajukan ke pengadilan. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco