Milad Kohati ke-51, Santuni Anak Yatim Piatu Setulus Hati

oleh
BAHAGIA LEPAS MERIAH : 51 anak yatim piatu, masyarakat dan penyelenggara tengah berpose bahagia setelah selesai acara.

waktunews.com – Dalam rangka milad Kohati ke – 51 tahun. Korps HMI-Wati atau KOHATI Cabang Cianjur memberikan santunan kepada 51 anak yatim piatu/prasejahtera binaan Yayasan Lathifa Cendikia, akhir pekan kemarin (17/09/2017), di SD Negeri Sirna Asih Kecamatan Cibeber.

Laporan : Ihsan Subhan

Acara yang digelar atas dasar hari ulang tahun Kohati yang ke – 51 tahun ini. Ketua umum Kohati Cabang Cianjur Suci Fauzi Karenina menjelaskan bahwa gelaran tersebut juga merupakan salah satu bukti nyata keberdaan Kohati yang perduli terhadap anak-anak yatim piatu, khususnya di Kabupaten Cianjur ini.

“Kegiatan ini adalah kegiatan santunan. Kepentingannya adalah untuk mensejahterakan kehidupan rakyat. Sasarannya yaitu anak yatim – piatu. Kami sangat perduli sekali terhadap keadaan sosial saat ini yang memang masih saja banyak anak-anak yatim piatu tidak terurus. Maka dari itu Kohati berkomitmen untuk mengembalikan marwah candra dimuka dari makna berbagi antarsesama.” Terang Suci, bernada semangat.

“Sejarahnya mencatat, Kohati lahir pada tanggal 17 September 1966, dengan harapan Kohati dapat menjadi kader- kader yang peduli pada organisasi kemasyarakatan, sosial politik serta bidang kewanitaan, yang secara unggul dapat memberikan pemberdayaan kepada masyarakat luas. Sehingga terbinanya muslimah yang berkualitas insan cita” lanjut Suci, semakin menggebu terhadap apa yang ia katakan.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya santuanan kepada 51 anak yatim – piatu saja. Tetapi panitia penyelengga ‘Kohati Berbagi 2017’ ini memberikan berbagai hadiah atau doorprize dan hijab kepada orang tua anak.

Tidak hanya anak-anak yang hadir pada kegiatan sosial itu. Sejumlah Guru-guru di Sekolah setempat pun turut berpartisipasi, beserta kepala sekolahnya, juga hadir pula perwakilah KAHMI, para mahasiswa, dan kader-kader HMI lainnya, dan yang tak kalah pentingnya adalah partisipasi dari masyarakat setempat, mulai dari ibu – ibu rumah tangga, sampai pegawai desa.

Berbagai harapan pun terkumandang oleh Suci dan kader-kader Kohati lainnya. “Semoga kohati ke depan dapat lebih sadar akan kewajiban mulianya, sebagai Pembina dan pendidik tunas muda. Serta lebih banyak melahirkan perempuan-perempuan yang berkualitas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco