Gemacita Desak Pelaku Pembalakan Ditindak

oleh
Penebangan pohon di kawasan gunung kasur

CIANJUR, waktunews – Gerakan Masyarakat Cianjur Utara (Gemacita) mendesak agar aparat kepolisian segera menindak tegas pelaku pembalakan, di Gunung Kasur Desa Gadog Kecamatan Pacet, beberapa waktu lalu. Disinyalir ada keterlibatan kepala desa dan salah satu ketua RW.

‪Ketua Gemacita, Ade Kosasih, mengaku sangat menyayangkan atas sikap Kepala Desa Gadog sebagai pemangku kebijakan di desa tersebut, yang seenaknya menebang pohon tanpa mengedepankan aspek lingkungan. Padahal, apa yang didapat itu tidak sepadan dengan dampak yang akan ditimbulkan kelak.

‪”Kalau terbukti tidak ada izin penebangan, kami minta aparat Polres Cianjur untuk segera menindak oknum pelaku. Sebaliknya kalau pun ada izin perlu dijelaskan ke publik izin ke siapa,” paparnya.

Menurutnya, kades seharusnya berkaca terhadap kasus Didin yang sempat viral di media karena sebuah cacing. Didin harus tinggal di balik jeruji besi selama beberapa hari.

‪”Jangankan hanya penebangan pohon, ngambil cacing saja dibui dengan pasal perusakan lingkungan. Apalagi ini sampai menebang puluhan pohon,” sebutnya.

Ade menjelaskan, Gunung Kasur dan sekitarnya merupakan daerah resapan air. Warga sekitar mengandalan kebutuhan air dari lokasi tersebut.

‪”Kalau hutannya digundulin gimana mau adanya pasokan air?” tanya dia.

Ade menuturkan, jika berbicara aturan di Indonesia itu harus berbicara aturan positif. Hal itu menanggapi tentang alasan kades yang mengaku sudah ada perjanjian lama secara lisan antara ketua RW 08 dan Kades terdahulu, alm Cahya.

“Jadi setiap perjanjian apapun bukan hanya cerita, tapi harus dibuktikan dasar perjajiannya sepertia apa harus jelas tertulis. Kalau alasannya cuma lisan begitu, semua bisa ngaku dan berbicara apa saja,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gadog, Unang Mulyadi, menyesalkan sikap kades yang terlalu gegabah memutuskan tanpa bermusyawarah terlebih dahulu dengan BPD, selaku kontrol pengawasan. Itu untuk mencari kebenarannya terdahulu, apa yang diklaim ketua RW 08 atas kepemilikan pohon tersebut di atas lahan tanah kas desa.

‪”Saya juga tidak tahu kang, bahwa akan ada penebangan pohon di lahan tanah kas desa. Tahu-tahu ada warga yang melaporkan ke saya dan sudah ramai di pemberitaan,” tuturnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco