Pemkot Bandung dan Daihatsu Gelar Botram, Oded, Inovasi Dalam  Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi

oleh

 

BANDUNG, waktunews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan Astra Daihatsu Internasional menyelenggarakan Bandung Oto Trade Market (Botram).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kota Bandung berbasis mobil toko (moko).

Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial menyatakan, pihaknya menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya Botram.

Karena selain untuk memperingati Hari Jadi Kota Bandung ke-207, kegiatan yang akan berlangsung pada Sabtu-Minggu (23-24 September 2017) tersebut juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun Daihatsu yang ke-110.

“Saya berharap pada saatnya nanti, acara BOTRAM ini semoga bisa berjalan dengan baik. Dalam arti tertib acaranya, sampahnya tidak menumpuk, rekayasa lalu lintas tidak menimbulkan titik kemacetan baru,” ungkapnya di Aula Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin (18/9).

Menurut Oded Kegiatan BOTRAM ini sebagai bagian dari upaya untuk memfasilitasi sekaligus memberikan kemudahan kepada UKM. Pada saatnya nanti mereka bisa menangkap peluang untuk mengembangkan usahanya agar naik kelas.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi alternatif event bagi warga kota Bandung maupun wisatawan yang datang ke kota ini sehingga lebih banyak lagi orang berwisata ke Bandung dan menguatkan posisi kota ini sebagai kota tujuan wisata. “Botram ini saya pikir bisa turut menjadi alternatif wisata belanja maupun kuliner di akhir pekan,” kata Oded.

Oded mengakui bahwa penyelenggaraan Botram di satu pihak ada inovasi dalam upaya meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi, namun di sisi lain harus hati-hati karena Satgasus PKL (Pedagang Kaki Lima) tengah gencar dalam penertiban PKL.

“Tapi yang paling penting bagaimana mereka bisa menaati peraturan yang berlaku, sesuai dengan Perda yang ada. Baik itu Perda No. 4 tahun 2011 tentang penataan dan penertiban PKL maupun Perda No. 11 tahun 2005 tentang K3,” sebutnya.

Menanggapi pertanyaan awak media terkait kemungkinan adanya zonasi khusus PKL moko, Oded berujar bahwa hal tersebut tidak menutup kemungkinan dilakukan.

“Kalau bicara soal zonasi khusus moko, yang namanya peraturan dibutuhkan ketika ada pergerakan kehidupan riil di masyatakat. Kita lihat saja nanti, memungkinkan saja sebenarnya, tapi ya mengalir saja,” pungkasnya. Redi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco