Ditahan Bhayangkara FC, Persib Hattrick Main Imbang di Kandang

oleh

BANDUNG – Persib kembali ditahan imbang di kandang sendiri ketika menjamu Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (24/9). Sempat tertinggal lewat gol Paulo Sergio, punggawa Maung Bandung akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat sontekan Michael Essien di babak kedua. Hasil ini membuat Persib gagal menang dalam 3 laga terakhir di markasnya sendiri.

Di babak pertama, Persib yang tidak bisa menurunkan ujung tombak andalannya, Ezechiel N’douassel bermain dengan Raphael Maitimo di slot striker utama. Top skorer sementara tim Maung Bandung itu pun langsung dapat peluang di menit 4 menerima terobosan Kim Jeffrey Kurniawan. Sayang sepakan pemain bernomor punggung 10 itu cuma menyamping di sisi kanan gawang Awan Setho.

Sempat tertekan di awal laga, anak-anak Bhayangkara FC mulai mengusai laga di menit 10. Peluang pertama pun lahir dari kaki Ilham Udin Armayn menerima operan dari Putu Gede. Overlap cepat bek kanan asal Bali itu memanfaatkan celah di rusuk kiri pertahanan Persib dan diteruskan cut back ke depan gawang. Namun sepakan Ilham masih melambung di atas mistar.

Mendominasi jalannya pertandingan, anak-anak Bhayangkara pun rutin meneror sektor pertahanan Maung Bandung. Kans bertubi-tubi dilancarkan tim tamu seperti sepakan jarak jauh Lee Yu Jun di menit 17 yang bisa dihentikan Muhammad Natshir. Satu menit berselang giliran umpan panjang dari Evan Dimas disambut tandukan Ilija Spasojevic yang masih menyaping di sisi kiri gawang.

Terus melancarkan tekanan, Bhayangkara pun sukses mencetak gol di menit 27 dari kaki marquee player, Paulo Sergio. Umpan lambung dari sisi kanan disambut Spaso dan bola dipantulkan ke luar kotak penalti yang sudah menanti Paulo Sergio. Tanpa ampun, pemain asal Portugal ini berhasil mengoyak jala Nathir yang sudah terbang untuk menghentikan laju bola ke sudut.

Persib pun tersengat dengan gol pasukan Bhayangkara. Peluang demi peluang mulai mereka hasilkan seperti sundulan Michael Essien di menit 30 menerima umpan sepak pojok Matsunaga yang mampu ditip kiper. Berikutnya umpan Matsunaga pun mampu menemui rekan setimnya yaitu Maitimo di kotak 16 namun bola hanya menerpa sisi luar gawang.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara tak mengurangi upaya mereka menguasai lini tengah. Trio Kim-Dedi-Essien dibuat repot oleh kuarter gelandang Bhayangkara yang sangat cair di pusat permainan. Peluang berbahaya pun dikreasi Paulo Sergio dari sebuah skema serangan balik tapi Ilham Udin gagal menuntaskan peluang emas tersebut.

Persib yang tidak mau rekor tidak pernah kalah di kandang tercoreng pun berupaya untuk menambah porsi serangan mereka. Michael Essien menjadi pemain dengan percobaan terbanyak karena punya cukup banyak kans menyamakan skor. Seperti di menit 59 ketika menerima crossong datar dari Febri di sisi kanan. Namun sentuhan akhirnya masih belum sempurna karena bola hanya mengenai tiang gawang.

Persib kembali mengancam lewat shooting jarak jauh Shohei Matsunaga dari jarak 30 meter. Namun kembali mistar gawang jadi momok bagi punggawa Persib karena bola gagal masuk ke gawang. Emral Abus pun mencoba menambah porsi serangan anak asuhnha dengan memasukan Billy Keraf untuk mengisi pos sayap kiri mengganti Matsunaga.

Gol penyama kedudukan yang dinantikan pun akhirnya hadir di menit 74 lewat kaki Michael Essien. Bermula dari duel udara Dedi Kusnandar, bola mendarat dengan tepat di kaki Raphael Maitimo. Tak dapat kawalan bek lawan, dia melepas crossing datar ke mulut gawang yang dituntaskan dengan sontekan marquee player ini meski dia dijaga ketat Indra Kahfi.

Sukses menyamakan kedudukan, Persib berusaha untuk merebut 3 angka dengan menambah intensitas serangan. Namun Bhayangkara mampu meredam gempuran tumah hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan hasil ini, Persib masih tercatata menjadi tim yang tak terkalahkan ketika bermain di kandang. Sedangkan satu poin tambahan membuat Bhayangkara tetap memimpin klasemen sementara.

Dengan hasil imbang tersebut, Persib mendapat catatan buruk ketika bermain di depan pendukungnya sendiri. Untuk ketiga kali secara beruntun, tim asuhan Emral Abus tersebut dipaksa puas bermain imbang di Stadion Si Jalak Harupat. Meski demikian pelatih asal Padang ini tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya pada laga tadi karena berjuang dengan keras untuk mengejar ketertinggalan.

 “Sudah sama-sama tahu perjuangan anak-anak luar biasa walaupun kita ketinggalan 1-0 di babak pertama tapi di babak kedua kita sukses menyamakan skor menjadi 1-1 lewat perjuangan yang keras dari pemain tadi,” jelas Emral dalam jumpa pers seusai laga di Si Jalak Harupat, Minggu (24/9).

Menurutnya jalannya pertandingan bisa dikuasai Persib terutama dalam peluang yang tercipta. Sejak menit pertama anak-anak Maung Bandung mendapatkan kans mencetak gol tetapi tidak ada yang masuk gawang di babak pertama. Menurut Emral, pemainnya sudah mampu membedah lini belakang Bhayangkara FC tapi sentuhan akhir anak asuhnya bermasalah. Bahkan Michael Essien punya banyak percobaan namun hanya satu yang berbuah gol.

“Sudah sama-sama melihat peluang kita banyak tapi tidak bisa dikonversi menjadi gol seperti dari Essien heading, ada juga kalau saja dia tadi direct yakin jadi gol,” terang pelatih yang sudah pernah menjadi nahkoda Persib di AFC Cup 2015 lalu.

Emral pun kembali terpaksa mengucapkan permohonan maaf kepada Bobotoh sebab tim asuhannya gagal meraih kemenangan saat bermain di kandang. Dia berharap tim asuhannya kembali ke jalur kemenangan di laga kontra Persiba Balikpapan pada pekan depan. Menurutnya bukan misi mustahil di laga berikutnya mereka bisa merebut poin maksimal meskipun bermain di Stadion Batakan.

“Barangkali mungkin cuma itu saja yang bisa saya komentari, yang terakhir mohon maaf kembali hasil yang tak memuaskan tetapi kita syukuri. Mudah-mudahan main berikutnya kita bisa menang walaupun di kandang lawan,” tukasnya.

Sementara itu, Bhayangkara FC dinilai sang pelatih, Simon Mcmenemy bisa memenangkan pertandingan andai timnya mampu konversi peluang matang dengan gol di babak kedua. Ia sangat menyayangkan hasil seri sore itu, padahal tim telah bekerja keras dan bisa kuasai jalannya pertandingan.

“Sangat sulit, jujur sedikit kecewa hasil ini, kita tidak bisa menang. Babak pertama pemain bekerja ekstra keras dan bisa menghasilkan gol. Persib bermain baik di 25 menit pertama tapi mereka tertekan,” papar Simon usai laga.

Titik yang membuat timnya mampu kehilangan ritme bermain adalah ketika di 25 menit akhir pertandingan. Permainan timnya melambat seiring Persib yang terus gempur pertahan timnya. Banyak peluang diciptakan lawan tapi penyelamatan timnya patut dihargai.

“Babak dua permainan melambat Persib beri tekanana di 25 menit akhir, kita banyak melakukan penyelematan. Tapi Bhayangkara tampil bagus juga, ada empat hingga lima peluang, tapi selalu gagal. Kecewa hasil seharusnya bisa memenangkan pertandingan,” bebernya.

Dibalik kekecewannya, Simon tampak mengapresiasi pemainnya, meski bermain menghadapi tim besar, dan juga tekanan besar penonton lawan, tapi Evan Dimas cs. bermain offensive. “Para pemain datang ke Bandung melawan klub besar, fans besar mereka, bisa main bagus, itu baik,” tandasnya. Ricky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco