E-Tanee Inovasi E-Commerce Ala Pemuda Cianjur

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sempat mengkhawatirkan Presiden RI, Joko Widodo, karena cenderung memilih menjadi karyawan bank ketimbang melahirkan inovasi, dijawab sudah oleh sekelompok pemuda jebolan IPB asal Cianjur. Alumni IPB asal kota tauco ini menelurkan inovasi di bidang e-commerce, yang menjual beragam hasil pertanian dari para petaninya langsung ke konsumen.

Perusahaan e-commerce yang baru bergerak selama dua bulan terahkir ini, dikomandani salah satu senior lulusan IPB yakni dr Chepi Abdullah. Chepi yang biasa dipanggil Cecep ini tidak bergerak seorang diri, melainkan dirinya menghimpun lulusan-lulusan IPB lainnya untuk ikut mengembangkan bisnis yang diberi nama E-Tanee tersebut.

Chepi menjelaskan, E-Tani sendiri merupakan e-commerce yang berbasis aplikasi pada telepon pintar seperti operation system (OS) android dan Ios pada Iphone. E-Tani menurutnya menjual beragam kebutuhan rumah tangga seperti daging, buah, dan sayuran. Pada aplikasi tersebut Chepi menjamin, jika konsumen akan mendapatkan harga yang murah serta kualitas yang nomor satu.

“Kenapa kualitasnya bagus, karena kita dapatkan barangnya langsung dari petaninya yang juga berada dalam kontrol kualitas dari tim e-tanee itu sendiri,” ujarnya.

Kemudian, untuk harga yang miring jika dibandingkan dengan harga komoditi yang sama di pasaran, kata Chepi, karena E-Tanee memutus mata rantai perdagangan yang selama ini terjadi antara petani dengan konsumen. Menurutnya, selama ini petani selalu merugi sebab menjual hasil taninya dengan harga renda, dan konsumen juga mengeluh karena mendapatkan suatu produk dari petani dengan harga yang tinggi.

“Sebab itu E-Tanee hadir untuk meringankan beban konsumen, juga menguntungkan petani. Kita memutus mata rantai dari petani ke tengkulak, ke distributor, hingga ke konsumen, menjadi dari petani ke konsumen saja,” paparnya.

Sampai saat ini, Chepi mengatakan, inovasinya ini sudah berjalan di beberapa kota besar seperti Depok, Tanggerang, dan Bogor. Perusahaannya itu ia kendalikan dari tempat tinggalnya di Cianjur. Namun begitu, ia mengatakan, di Cianjur E-Tanee belum beroperasi secara optimal. Baru beberapa wilayah seperti di Kecamatan Cipanas saja, bisa beroperasi.

“Masih banyak program yang tengah kita godok, dalam menyempurnakan perusahaan ini. Sementara kita juga saat ini baru bisa menyediakan hasil tani yang terbatas. Kita baru mampu menyediakan daging ayam, sapi, dan beberapa sayuran,” pungkasnya. Eky Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco