Butuh Perawatan Khusus dan Tekun Panen Rupiah, Berkah Petani Pepaya California

oleh
PANEN : Kebanyakan orang memang belum tahu dan mengenal buah yang secara potensial siap memberi keuntungan petani, seperti Pepaya California. Tanaman yang kecil pohonnya dan memiliki buah yang banyak, ternyata bisa memberikan keuntungan besar untuk para petani.

CIDAUN, waktunews.com – Kebanyakan orang memang belum tahu dan mengenal buah yang secara potensial siap memberi keuntungan petani, seperti Pepaya California. Tanaman yang kecil pohonnya dan memiliki buah yang banyak, ternyata bisa memberikan keuntungan besar untuk para petani di Cidaun, ditambah kondisi iklim dan tanah di Cidaun sangat cocok untuk menanam buah papaya California ini.

Petani ppaya, Enip ( 32 ) warga Kampung Rancagoong, Desa Jaya Pura, Kecamatan Cidaun, kini  mulai merasakan betul nikmatnya berkebun buah Pepaya California. Setiap minggu, dia bisa memanen rata-rata 6 kuintal buah papaya dari kebunnya. Dia menjual papayanya tersebut dengan harga Rp2.000 per buah,  ke seorang tengkulak yang tiap minggu datang ke kebunnya.

“Saya masih menjual ke tengkulak, selain belum punya kenalan untuk menjual ke pasar secara langsung, terus kan panenan papaya dari kebun saya masih terukur sedikit, jadi nanggung kalau dijual langsung ke pasar,” ucap dia

Jika dalam seminggu kebunnya bisa menghasilkan 6 kuintal buah pepaya dengan harga Rp2.000, maka dalam seminggu dia bisa mendapatkan Rp1.200.000 perminggu. Itu berarti dalam sebulan penghasilannya dari berkebun papaya California bisa mencapai Rp4.800.000.

Namun berkebun papaya California bukanlah hal mudah. Meski sudah menggeluti bisnis ini selama satu tahun, dia mengaku masih dalam taraf belajar. Menurutnya, untuk berkebun pepaya California ini tidak bisa dibilang mudah, karena pohon papaya California membutuhkan perawatan khusus dan ketekunan, beda dengan pohon papaya jenis lokal. “Lumayan sih, sebetulnya. Cuma yang namanya bertani itu tidak mudah,” kata dia.

Dia, menjelaskan bahwa kadar air dan kelembaban pohon tersebut harus tetap dijaga.  Selama periode kemarau beberapa bulan yang lalu misalnya, dia harus berusaha agar pasokan air kekebunnya tetap ada, hingga dirinya harus menggunakan pompa untuk menyiram kebun. Agar pohon papaya miliknya tidak mati kekeringan.

Bahkan ketika hujan sudah turun seperti sekarang, dia harus tetap fokus ke kebunnya, dan memastikan parit parit di kebunnya dapat mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi kebun nya. “Kalau pohon bisa tumbuh normal, dalam setahun pasti bisa balik modal,”  jelasnya. Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco