Dua Poktan Akan Terima Bantuan Benih Pisang, Lelang Pengadaan Sedang Berlangsung

oleh

TINJAU: Kabid Holtikultura pada Dinas PPTPH, Hasan (ketiga dari kiri) saat meninjau kebun milik Kelompok Tani Mekarjaya di Desa Kanoman Kecamatan Cibeber.

KARANGTENGAH, waktunews.com – Dua kelompok tani (poktan) di Desa Kanoman dan Desa Cibokor Kecamatan Cibeber akan menerima bantuan benih pisang dari Direktorat Jendral (Ditjen) Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan) RI. Bantuan tersebut akan diberikan melalui Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPPTPH) Kabupaten Cianjur, Desember nanti.

Dua kelompok tani tersebut adalah Kelompok Manggis asal Desa Kanoman serta Kelompok Karyamukti Desa Cibokor, yang masing–masing akan menerima bantuan yang disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami.

Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura pada DPPTPH Kabupaten Cianjur, Supriatna Hasan, memaparkan untuk setiap satu hektar lahan yang akan ditanami bibit pisang diberikan bantuan bantuan sebanyak 800 sampai 900 batang bibit.

“Bagaimana kondisi halannya sendiri. Kalau memadai yang 900 batang bibit pisang yang dihitung,” katanya.

Pejabat yang akrab disapa Bah Hasan ini juga menjelaskan bantuan bibit pisang ini adalah dari APBN yang disalurkan melalui Ditjen Holtikultura Kementan. Dinas hanya menerima dananya lalu diadakan pelelangan di Bagia Barang Dan Jasa (Barjas) pada Sekretariat Daerah.

“Jumlah nominalnya antara 600 sampai 700 juta rupiah. Sekarang lelang pengadaannya sedang berlangsung di Barjas,” ungkap Bah Hasan.

Jadi, lanjut Bah Hasan, kalua tidak halangan apapun penyaluran bibit pohon pisang paling lambat Desember sudah harus diterima oleh dua kelompok tani tadi.

Dia menerangkan bantuan bibit pohon pisang sudah terlaksana sejak tahun 2016 lalu. Salah satu penerima adalah Kelompok Tani Mekarjaya juga dari Desa Kanoman Kecamatan Cibeber. Untuk penanaman lahan seluas 3 hektar.

“Jenis pisangnya adalah Raja bulu dan Ambon Kuning,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Mekarjaya, Asep Jaenudin, mengaku gembira mendapatkan bantuan bibit pisang yang diberikan oleh Bidang Hortikultura. “Saya dan 19 anggota kelompok lainnya merasakan manfaat dari bantuan tersebut,” ujarnya.

Asep mengatakan, sebelum mendapatkan bantuan bibit pisang, pendapatan semua anggota Kelompok Tani Mekarjaya sangat minim sekali.  Tapi keadaan berubah saat mereka sudah melaksanakan panen untuk pertama kalinya pada Bulan Agustus kemarin.

“Alhamdulillah, ada peningkatan pada pendapatan kami,” ucap Asep sumringah.

Dia menjelaskan, sistem panen pada Agustus lalu dengan cara bergulir. Ditentukan oleh area kebun mana yang sudah layak panen, dan area mana yang harus ditunda dulu. Ini untuk memastikan pohon pisang mana yang sudah cukup matang untuk ditebang.

“Panen pertama kami setiap minggu menghasilkan 2 kwintal pisang dengan harga Rp 4 ribu per kilogram,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco