KPU Cianjur Selenggarakan Jalan Santai, Tingkatkan Partisipasi Pemilih

oleh

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar jalan sehat di Lapang Prawatasari Cianjur, Minggu (29/10) lalu. Kegiatan itu juga untuk menyosialisasikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar tahun 2018 kepada warga masyarakat Cianjur.

Laporan: Asep Hendrayana

Sejak pagi ratusan masyarakat sudah berkumpul di lapangan yang terletak di Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur itu. Mereka rata-rata menggunakan kaos bewarna putih. Sebagian di antaranya ada yang membawa spanduk yang bertuliskan ajakan untuk menyukseskan Pilgub Jabar 2018.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Cianjur, H Herman Suherman, dan diikuti oleh Ketua KPU Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, serta para tamu undangan juga para peserta dari berbagai kalangan.

Peluh terlihat mengalir dari kulit beberapa peserta jalan santai. Meski begitu, hal tersebut  tidak menyurunkan semangat mereka untuk menuntaskan kegiatan tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggi Shofia Wardani, mengatakan kegiatan Jalan Sehat tersebut sebagai pencanangan gerakan sadar hukum yang merupakan Program dari KPU RI untuk mencanangkan gerakan sadar pemilu. Tujuannya untuk menjadikan warga masyarakat Cianjur sadar akan Pemilu dan dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Dia mengatakan, ada sekitar 500 peserta yang mengikuti kegiatan jalan sehat. Mereka terdiri dari anggota Parpol, sejumlah Ormas dan pemilih pemula, serta kaum disabilitas.“Selain untuk menyosialisasikan kegiatan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur pada tahun 2018, juga pada untuk pemilihan legislatif di tahun 2019,” paparnya.

Menurutnya, salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilgub yaitu dengan turun langsung ke lapangan untuk sosialisasi. Oleh karenanya, KPU di sleuruh kabupaten atau kota melaksanakan kegiatan serupa.

“Pasti kamu terus berupaya menyosialisasikannya, salah satunya dengan jalan santai ini,” tambahnya.

Anggi menambahkan, salah satu yang menjadi perhatian adalah pemilih pemula. Oleh karenanya sosialisasi dilakukan ke sekolah dan pesantren untuk mendongkrak partisipasi.

“Pemilih pemula biasanya kebingungan untuk memilih, apalagi jika saat pelaksanaan telah cukup usia. Makanya kami akan sosialisasi ke sekolah, termasuk pondok pesantren,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco