Perusahaan Berkomitmen Mentaati Aturan yang Berlaku, PT HZ dan J Medika Minta Kelonggaran

oleh

CIANJUR – PT HZ dan J Medika yang melaksanakan kegiatan pembangunan di atas lahan produktif, di Kecamatan Karangtengah akhirnya buka suara. Mereka mengaku, jika lahan yang saat ini tengah digarap tersebut diperuntukan bagi lahan parkir, gedung klinik, serta bangunan laboratorium untuk sekolah.

PT HZ dan J Medika yang sudah mendapat desakan serta kecaman, baik dari legislatif dan eksekutif ini meminta toleransi atas ketidak tahuannya tersebut. Mereka berkomitken akan menghentikan pembangunan dalam sementara waktu, hingga proses izinnya diterbitkan, dengan syarat diberikan kelonggaran waktu untuk bebenah pada lokasi yang sudah tanggung dibangun.

“Kita akan hentikan semua aktifitas pembangunan. Namun, kita memohon kepada pemerintah supaya memberikan izin kepada kami, agar menyelesaikan sedikit pekerjaan yang sudah dilakukan,” ujar penanggung jawab PT HZ dan J Medika, Ajat Sudrajat.

Sambung Ajat, waktu yang diperlukan untuk melakukan pembenahan tersebut hanyalah dua minggu. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada legislatif dan eksekutif untuk memaklumi hal tersebut.

“Adapun proses perizinan yang belum terpenuhi akan segera kami laksanakan, selama aktifitas dihentikan. Namun sebelum itu kami meminta untuk melakukan pekerjaan yang sudah terlanjur dikerjakan,” kata dia.

Menurut Ajat, pekerjaan tersebut hanyalah mencakup pra kontruksi fondasi. Karena jika dibiarkan tanpa diselesaikan, dikhawatirkan saat nanti proses perizinan sudah terpenuhi pembangunannnya harus dimulai lagi dari nol.

“Kami memohon toleransi supaya kami diberikan waktu, dalam mengerjakan pekerjaan pembangunan ini. Supaya nantinya kami mudah untuk melanjutkanya kembali, setelah izinnya selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Manajemen Rumah Sakit Dr. Hafidz (RSDH) tidak mau pusing saat didatangi pihak wartawan untuk di mintai keterangan soal Pengembangan lahan parkir seluas 6.000 meter yang belum memiliki izin.

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPRD Cianjur memanggil direksi Rumah Sakit Dokter Hafiz (RSDH) pada Selasa (24/10) lalu, di gedung DPRD. Dalam rapat tersebut melahirkan keputusan rekomendasi penyegelan dan pembongkaran terhadap pembangunan lahan baru yang dilaksanakan RSDH. Pasalnya berdasarkan temuan Komisi I, RSDH kedapatan melakukan alih fungsi lahan produktif, juga melaksanakan pembangunan tanpa disertai izin yang lengkap.

Saat ini, Komisi I sudah membuatkan nota dinas agar ditindak lanjuti oleh pihak eksekutif. Antara lain, surat tersebut merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan izin secara keseluruhan, serta penghentian sementara pembangunan lahan baru RSDH.

Wakil Ketua Komisi I, DPRD Cianjur, Muhammad Isnaeni menuturkan, pembangunan lahan baru yang dilakukan pihak RSDH menurutnya sangat menyalahi aturan. Kemudian bangunannl baru tersebut juga tidak sesuai dengan site plan awal, alias kebijakan baru yang serta merta saat ini bertabrakan dengan aturan.

“Rekomendasi ini kita buat, tidak serta merta tanpa alasan dan bukti. Kami sudah melakukan pengkajian, dan memintai pihak RSDH langsung klarifikasi, dan menyatakan jika pihaknya memang melanggar aturan,” ujarnya.

Kata Isnaeni, apapun bentuknya aturan bukan untuk dilanggar. Terlebih menurutnya, pihak swasta harus bersikap sama yaitu mematuhi aturan yang berlaku tanpa pengecualian.

“Di dalam mata aturan itu tidak ada yang istimewa. Ketika aturan diberlakukan, otomatis semua yang terlibat dan ada di dalamnya ada pada sistem tersebut dan harus mematuhinya,” tegas dia. Eky Rizky/Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco