Ratusan Pelajar di Kabupaten Sukabumi Deklarasikan Sebagai Pelajar Anti Narkoba Kegiatan Tersebut Mendapatkan Rekor MURI

oleh

SUKABUMI, waktunews.com – Ratusan ribu pelajar di Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan diri sebagai pelajar anti narkoba, dan tindakan kekerasan, serta pencegahan HIV/AIDS. Deklarasi yang berlangsung di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi tersebut, sebagai bentuk kewaspdaan dan kepedulian pelajar terhadap ancaman narkoba, tindakan kekerasan, serta HIV/AIDS.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi yang diikuti 514.325 pelajar se-Kabupaten Sukabumi itu dilakukan juga di setiap kecamatan dan sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi. Baik tingkat SD hingga SMA sederajat. Bahkan aksi tersebut mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai deklarasi dengan jumlah terbanyak.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, aksi tersebut langkah preventif Pemkab Sukabumi dari sejumlah bahaya yang memerlukan perhatian khusus dari seluruh elemen masyarakat. Selain itu, hal ini sebagai upaya untuk bahu-membahu dalam membantu Kabupaten Sukabumi terbebas dari bahaya narkoba, tindakan kekerasan, dan HIV/AIDS, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Ancaman narkoba, tindakan kekerasan, dan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan masyarakat pun harus ikut terlibat. Apalagi hal ini menangkut anak kita dan generasi bangsa. Sebab, kalau program pemerintah tidak dibantu, akan sulit dalam merealisasikannya,”ujarnya usai mendeklarasikan pelajar anti narkoba, dan tindakan kekerasan, serta pencegahan HIV/AIDS yang dipusatkan di Stadion Korpri Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kemarin

Marwan mengatkan, deklarasi hari ini adalah tekad bulat semua pelajar untuk menjadi manusia berkarakter, mampu membentengi diri dari segala pengaruh negatif, berani menolak ajakan negatif, memiliki sikap empati dan peduli kepada sesama yang membutuhkan uluran tangan, untuk itu hal ini jangan hanya sampai deklarasinya saja, akan tetapi aktualisasikan niat mulia dan tulus ini dalam berperilaku setiap saat.”Ingat selalu kalimat deklarasi yang telah ucapkan, tunjukkan bahwa pelajar se Kabupaten Sukabumi adalah pelajar yang sehat, cerdas, berbudi, dan siap menjaga diri dari segala bentuk ancaman yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar dan masyarakat Kabupaten Sukabumi,”ujarnya.

Bahkan, nantinya deklarasi ini akan terus dikumandangkan di setiap sekolah ketika pelaksanaan upacara setiap Senin. Hal itu untuk menancapkan ke dalam jiwa pelajar terkait isi dari deklarasi tersebut. “Jadi nanti itu, setiap pelaksanaan upacara, para pelajar akan membaca deklarasi ini. Intruksi bupatinya sudah dibuat. Tinggal pelaksanaan saja,” ucapnya.

Pencegahan ini harus terus digalakan, tanpa ada batasan waktu. Apalagi oknum pengedar narkoba terus mencoba mencari celah dalam untuk merusak generasi bangsa. “Harus kita yakini, deklarasi ini bisa meminimalkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar,” ungkapnya.

Kepala Sub Direktorat Lingkungan Pendidikan BNN Agus Sutanto mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Sukabumi. Apalagi, permasalahan narkoba itu sangat masif. Bahkan tingkat prevalensinya di kalangan pelajar dan mahasiswa cukup cenderung meningkat.”Kalau dibiarkan ini bisa membengkak,” terangnya.

Apalagi saat ini sudah banyak narkotika jenis baru yang telah meracuni pelajar. Beberapa diantarnya PCC, gorila, dan tramadol. “Hasil laporan BNN Kabupaten Sukabumi, banyak tramadol yang seharusnya ada pengawasan dokter, ternyata dijual bebas di Kabupaten Sukabumi dan menyasar anak sekolah,” paparnya.

Oleh karena itu, deklarasi ini sangat menjawab ketakutan masyarakat akan bahaya narkoba. Apalagi BNN tidak mungkin bisa seperti saat ini tanpa peran dari pemerintah dan masyarakat. “Dengan deklarasi ini, semua pelajar di Kabupaten Sukabumi harus terhindar dari narkoba,”pungkasnya.Rezki Adisty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco