Awas GRAB Palsu Berkeliaran

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Ajeng Ednes Widya (22) warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur menjadi korban penodongan yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku menjadi driver Grab Bike pukul 19.40 WIB kemarin (31/10). Akibat peristiwa tersebut Ednes harus kehilangan sejumlah uang tunai.

Ednes yang sering menggunakan jasa ojek online (Ojol) ini mengaku, baru pertama kali mendapat pengalaman buruk saat menikmati pelayanan jasa transportasi online tersebut. Dirinya tidak menyangka jika pada malam itu driver yang dijumpainya merupakan driver palsu.

Ednes menjelaskan peristiwa tersebut, mulanya terjadi malam itu seperti biasa. Tanpa rasa khawatir dirinya memesan ojek online pada aplikasi Grab. Kemudian ia pun menetukan lokasi dirinya akan dijemput yaitu di Jalan Aria Cikondang, serta lokasi yang akan dituju Jalan Siliwangi. Selesai, ia pun berjalan ke tempat penjemputan Ojol.

Di lokasi, dirinya mengatakan, jika sudah ada pria mengenakan jaket dan sepeda motor metik persis di hadapannya. Kemudian pria itu pun mengatakan nada ajakan kepada dirinya. Hingga dirinya pun percaya dan menumpang untuk dibonceng pria tersebut.

Namun, bukannya sampai di tujuan. Ednes malah dibawanya ke tempat gelap, kemudian ditodong untuk dipintai sejumlah uang tunai.

“Pas di gang itu dia nanya ke saya, cepetan. Kemudian saya tanya begini ‘mas grab’, lalu dia menjawab iya. Saya pun percaya dan ikut naik dibonceng,” ujarnya sambil gemetaran karena masih kaget akan peristiwa yang dialaminya.

Sambung Ednes, usai dilakukan penodongan terhadap dirinya, tiba-tiba ia mendapat telepon dari driver Grab sungguhan yang menanyakan keberadaan dirinya. Pasalnya driver tersebut baru saja tiba di lokasi penjemputan.

“Selama bertahun-tahun pakain aplikasi ini di luar kota, baru saya merasakan yang seperti ini di kota  sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu driver Grab senior di Cianjur, Bayu mengatakan, jika dirinya sangat menyesalkan adanya peristiwa ini. Pasalnya selain merugikan warga sebagai pengguna layanan jasa transportasi online, peristiwa ini juga mencoreng nama baik perusahaan serta kredibilitas para driver Ojol.

“Kami akan menginformasikan peristiwa ini kepada komunitas driver ojol yang ada di Cianjur. Supaya hal ini tak terulang,” tegasnya.

Kata Bayu, pihaknya juga mendukung korban untuk membuat laporan ke pihak yang berwajib. Karena hal tersebut sudah termasuk ke tindakan kriminal, yang memang harus ditindak oleh aparat. Kemudian dirinya menduga, jika hal ini terjadi bisa dikarenakan adanya peretasan akun driver ojol.

“Selain itu kami juga akan melakukan koordinasi ke pusat, guna memeriksa keadaan server dan keamanan akun daripada masing-masing driver,” paparnya.

Terpisah, Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Iskandar, memohon korban agar segera membuatkan laporan untuk dijadikan bahan patroli dan evaluasi meningkatkan keamanan di wilayah hukum. Kemudian dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaaan. Terlebih pada saat memesan atau menggunakan jasa ojek online.

“Pastikan terlebih dahulu wajah, dirver agar sama  atau tidak dengan yang ada pada aplikasi,” tandasnya. Eky Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco